29 C
Sidoarjo
Friday, April 24, 2026
spot_img

Disnakertrans Jatim Perkuat Tata Kelola BLK-LN, Dorong SDM Migran Berdaya Saing Global

Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia KP2MI Abri Danar Prabawa saat membawakan materi.

Surabaya, Bhirawa
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur memperkuat tata kelola Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) melalui pembinaan yang diikuti 117 peserta di Ruang Wawasan Disnakertrans Jatim, Jumat (24/4/2026).

Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto menegaskan, penguatan kelembagaan dan tata kelola menjadi kunci peningkatan kualitas pelatihan calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Dengan jumlah LPK di Jatim mencapai 1.925 lembaga, ia menekankan pentingnya profesionalitas, tertib administrasi, serta kepatuhan terhadap legalitas dan perizinan.

“Administrasi dan pelaporan yang baik akan memperkuat sistem yang akuntabel sekaligus menjadi dasar pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Sigit juga mendorong LPK dan BLK-LN tidak hanya berorientasi pada sertifikat, tetapi pada peningkatan kompetensi agar lulusan terserap di pasar kerja dalam dan luar negeri, sekaligus membuka peluang keterlibatan dalam program strategis nasional.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Jatim Arif Khamzah menyampaikan, pembinaan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Kelembagaan Vokasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kadin Institute. Materi meliputi pendataan lembaga vokasi PMI serta evaluasi kurikulum agar sesuai kebutuhan pasar kerja.

Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia KP2MI Abri Danar Prabawa menekankan transformasi PMI ke sektor formal berkeahlian tinggi melalui standar “satu jabatan satu negara”, agar kurikulum, sarana, dan kemampuan bahasa sesuai kebutuhan negara tujuan seperti Jepang, Jerman, dan Taiwan.

Berita Terkait :  TKA SD di Jatim Digelar Serentak Mulai 20 April, Pastikan Keikutsertaan Murid 99,5 Persen

Sementara itu, Direktur Kadin Institute Nurul menegaskan pentingnya standarisasi kompetensi global dengan sinkronisasi kurikulum SKKNI dan kebutuhan industri internasional. Ia juga menyoroti penguatan mental, tes psikologi, serta adaptasi budaya kerja sebagai faktor penting mencegah kegagalan kerja di luar negeri.

Melalui pembinaan ini, Disnakertrans Jatim mendorong kolaborasi pusat, daerah, dan lembaga pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM, sehingga pekerja migran Indonesia memiliki daya saing dan perlindungan yang lebih kuat di pasar global. rac. wwn

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!