29.6 C
Sidoarjo
Sunday, May 3, 2026
spot_img

Gubernur Khofifah Pilih Sapi Premium Belgian Blue untuk Kurban

Kota Mojokerto, Bhirawa.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung ketersediaan hewan kurban di Berkah Wafa Farm, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu (2/5/2026).

Kunjungan ini merupakan rangkaian pengecekan stok ternak menjelang Hari Raya Idul Adha, setelah sebelumnya meninjau kondisi peternakan di Kabupaten Nganjuk.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi oleh Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Oktavian, serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Timur, Indyah Aryani. Selain meninjau lokasi, rombongan juga sempat membagikan bantuan sembako kepada ratusan warga yang antusias menyambut kedatangan mereka.

Berkah Wafa Farm milik Faisal Effendi ini memiliki ratusan ekor ternak unggul yang siap digunakan untuk berkurban, mulai dari sapi jenis Peranakan Ongole (PO), Limosin, Simental, Red Brahman, hingga sapi jenis Belgian Blue, serta unta yang disediakan untuk kebutuhan kebun binatang.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah memutuskan untuk memilih sapi jenis Belgian Blue sebagai hewan kurban tahun ini. Hal itu diungkapkannya dengan penuh kegembiraan.

“Saya sangat senang melihat sapi jenis Belgian Blue ini. Sebenarnya ini adalah keinginan lama saya. Sejak tahun 2018, ketika saya diumumkan sebagai pemenang pemilihan gubernur, ada Duta Besar Republik Indonesia di Eropa yang memperkenalkan jenis sapi ini. Saat itu, proses pembiakannya masih sangat sulit. Namun sekarang, berkat kemajuan teknologi persilangan dengan sapi lokal melalui metode Transfer Embrio, sapi jenis ini sudah dapat dibudidayakan dengan baik. Alhamdulillah, tahun ini saya akan mengambil sapi Belgian Blue ini untuk kurban,” ujarnya.

Berita Terkait :  Bupati Madiun Hadiri Launching Bank Jatim Cabang Caruban

Sapi Belgian Blue dikenal memiliki keunggulan pada struktur genetiknya, di mana ototnya tumbuh sangat besar dan menonjol terutama pada bagian kaki belakang. Di Berkah Wafa Farm, sapi jenis ini dapat mencapai berat lebih dari 1 ton, bahkan terdapat spesimen dengan berat hingga 1,4 ton.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa pengembangan sapi jenis ini di Indonesia berawal dari ajakan seorang duta besar yang memperkenalkan bibit awal berupa embrio. Selanjutnya, bibit tersebut disilangkan dengan sapi lokal melalui teknologi mutakhir.

Saat ini, benih beku hasil persilangan ini sudah banyak dikembangkan di berbagai peternakan di Jawa Timur melalui proses inseminasi buatan. Hasil persilangan menghasilkan anak sapi unggul yang memiliki ciri otot ganda, sehingga memiliki keunggulan dalam hal persentase daging, kadar lemak yang lebih rendah, pertumbuhan yang cepat, dan nilai ekonomi yang tinggi.

Keberhasilan pengembangan ternak ini memberikan manfaat ganda: bagi peternak, tersedia pilihan jenis ternak yang lebih beragam dengan potensi keuntungan yang lebih besar; bagi masyarakat, semakin banyak pilihan jenis hewan kurban yang berkualitas dan sesuai kebutuhan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyampaikan pembicaraan dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia. Beliau menyampaikan niatnya untuk memastikan ketersediaan Rumah Potong Hewan (RPH) yang memenuhi syarat halal di Jawa Timur, sekaligus menawarkan potensi pasokan daging dari Jawa Timur untuk kebutuhan di Arab Saudi.

Berita Terkait :  Garap Bisnis Tambang Bauksit, Gus Lilur Kibarkan Bendera Kabantara Grup

“Selama ini mereka banyak mengimpor daging dari Brasil dan Australia. Saya sampaikan bahwa Jawa Timur siap memasok kebutuhan daging sapi, kambing, dan domba. Pihak Saudi menyampaikan beberapa persyaratan khusus, dan menurut penilaian kita, semua persyaratan tersebut dapat dipenuhi,” jelasnya.

Keyakinan tersebut diperkuat dengan hasil kegiatan Misi Dagang Jawa Timur di Malaysia, di mana provinsi ini telah berhasil menandatangani perjanjian perdagangan untuk pasokan kambing dan domba.

“Pasar kita cukup besar, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Hal ini tentu menjadi kabar baik dan harapan baru bagi para peternak,” tambahnya.

Mengenai ketersediaan hewan kurban di Mojokerto, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kondisi ternak dalam keadaan cukup untuk kebutuhan tahun ini. Berdasarkan data yang ada, populasi sapi potong di Mojokerto mencapai 36.818 ekor atau sekitar 1,2 persen dari total populasi di Jawa Timur. Selain itu, terdapat 37.034 ekor kambing (0,9 persen), 14.956 ekor domba (1,2 persen), dan 80 ekor kerbau (0,8 persen).

Secara keseluruhan, Jawa Timur dipastikan memiliki ketersediaan hewan kurban yang aman, sehat, bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta dalam keadaan surplus untuk semua jenis ternak.

“Kita mengalami kelebihan pasokan baik untuk sapi, kambing, maupun domba. Oleh karena itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban, tidak perlu khawatir karena pasokan hewan kurban tersedia cukup dan dapat dipenuhi tidak hanya untuk kebutuhan di Jawa Timur, tetapi juga dapat menjadi pasokan untuk daerah lain,” tegasnya.

Berita Terkait :  Komisi IV DPR RI segera Rumuskan Peta Jalan Ekspor Beras Demi Salurkan Stok Beras Melimpah

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa seluruh hewan kurban yang beredar telah memenuhi standar kesehatan dan ketentuan syariah.

“Saya melakukan kunjungan langsung ke lokasi peternakan untuk memastikan bahwa hewan yang akan digunakan untuk kurban tidak hanya memenuhi syarat agama, tetapi juga dalam keadaan sehat dan bebas penyakit. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu dan tidak khawatir, karena semua kebutuhan kurban sudah terjamin ketersediaannya dan kondisinya aman,” pungkasnya. [oky.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!