33 C
Sidoarjo
Thursday, September 24, 2026
spot_img

Grand Design SIF Pemkot Batu Perkuat Implementasi Pertanian Terintegrasi

Kota Batu, Bhirawa – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah mengantongi Grand Design dari Smart Integrated Farming (SIF) Giripurno sebagai acuan pengembangan pertanian terintegrasi berbasis teknologi, inovasi, dan kebutuhan pasar. Grand design ini menjadi dasar untuk mengintegrasikan peran seluruh perangkat daerah dalam pelaksanaan SIF. Sejumlah penyesuaian minor akan ditindaklanjuti tanpa mengubah konsep utama yang telah dirancang.

“SIF ini kita arahkan menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan pertanian Kota Batu. Setelah grand design selesai, kita breakdown menjadi tugas masing-masing perangkat daerah agar pelaksanaannya terintegrasi,” ujar Nurochman, Wali Kota Batu, Kamis (24/9/2026).

Ia menjelaskan roadmap SIF mencakup penyiapan kelembagaan dan uji coba pada 2026. Kemudian dilanjutkan pembangunan infrastruktur serta penguatan kelembagaan pada 2027. Dengan operasional yang stabil maka pengembangan ekosistem bisnis bisa dilaksanakan pada tahap berikutnya.

Diketahui, dalam SIF Giripurno mengintegrasikan hortikultura, peternakan, perikanan, agroprocessing, teknologi Internet of Things (IoT), pengelolaan limbah, utilitas kawasan hingga pengembangan pasar. Produksi diarahkan berdasarkan kebutuhan pasar dengan penerapan teknologi untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah.

Agar SIF Giripurno berkembang sebagai pusat inovasi pertanian, Pemkot Batu berkolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB) juga dilanjutkan melalui pendampingan lintas bidang. Hal ini sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan pertanian berbasis teknologi.

Wali Kota Nurochman terlihat berdialog dengan akademisi UB di sela pembahasan grand design SIF di Rupatama Balai Kota Batu

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto telah mendorong pengintegrasian inovasi petani muda, termasuk kultur jaringan dan pengolahan pasca panen. Hal ini perlu dilakukan agar SIF tidak hanya menjadi kawasan percontohan metodologi pertanian, tetapi turut memberi nilai tambah bagi produk pertanian Kota Batu.

Berita Terkait :  UPT PRSMP Terima Rujukan ABH, Perkuat Sinergi Penanganan Rehabilitasi Sosial

Heli juga menyoroti ketersediaan air sebagai bagian penting keberlanjutan SIF. Apalagi SIF dirancang pada kawasan sekitar 2,59 hektare yang terbagi dalam 11 zona dan saling terhubung. Teknologi IoT, dan sistem monitoring digital akan digunakan untuk mendukung pengelolaan pertanian.

“Pengembangan Smart Integrated Farming merupakan rancangan konsep yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, perikanan. Dari integrasi tersebut, SIF menyiapkan pengolahan hasil hingga pemasaran dengan dukungan teknologi,” ujar Heli.

Keberadaan SIF menjadi bagian dari upaya menjaga agar sektor pertanian di Kota Batu tetap tumbuh di tengah perkembangan Kota Batu sebagai daerah pariwisata. Menurutnya, pertumbuhan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pertanian agar tidak mengurangi peran petani dalam pembangunan kota.

“Mayoritas masyarakat Kota Batu memiliki keterkaitan dengan pertanian. Karena itu, petani harus tetap kita jaga. Pertanian juga harus kita siapkan menjadi pilihan masa depan bagi generasi muda,” kata Heli.

Saat ini Pemkot Batu berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu mereka siap aktif melakukan penguatan sektor pertanian melalui kolaborasi lintas pihak.

Dengan fokus pada pemanfaatan teknologi serta pemberdayaan petani, Pemkot optimis bisa mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. “Seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tandas Heli. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!