Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi pada kegiatan pelatihan dan sertifikasi bagi operator alat berat di lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang. n istimewa.
Jombang, Bhirawa.
Untuk melayani kebutuhan masyarakat, tentunya PUPR juga didukung dengan tenaga teknis yang mumpuni agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik. Untuk itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang selalu mendorong pegawainya untuk meningkatkan kompetensinya, baik di bidang administrasi maupun teknis sesuai tugas fungsinya masing masing.
Baru baru ini, Dinas PUPR Kabupaten Jombang menggelar pelatihan dan sertifikasi bagi operator alat berat di lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari berturut turut dari tanggal 7- 8 April 2026.
Tak hanya di internal dinas, peserta juga berasal dari dinas lain yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Jenis kompetensi yang dilatih juga beragam yaitu operator excavator, operator mobile crane, operator tandem roller, operator skylift, operator forklift, dan operator dump truck.
“Secara regulasi, tenaga kerja konstruksi harus memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi,” ujar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa, Dinas PUPR adalah pengayom masyarakat yang harus memberikan contoh yang baik.
“Selain mensertifikatkan tenaga konstruksi yang diluar, saya mewajibkan seluruh pegawai di lingkup Dinas PUPR juga harus memiliki sertifikat kompetensi,” tegasnya.
Pada hari pertama, sebanyak 60 peserta antusias mengikuti materi narasumber dari akademisi Daris Siswa Nugraha. Materi yang diberikan diantaranya etika kerja, K3, perawatan alat berat, hingga penjelasan bagian bagian alat berat.
Pada hari kedua, peserta mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh LSP Petakindo Konstruksi Mandiri. Menghadirkan 3 asesor yang sudah ahli dibidangnya, yaitu Kusuma Nugroho Agung Prabowo, ST, Ir. Nugroho Arianto dan Muh. Nur Rohman. ST, MT, PhD.
Pada uji kompetensi ini, peserta diwajibkan mengikuti uji praktek dilanjutkan dengan tes wawancara.
Uniknya, ada salah satu peserta dari Dinas PUPR yang bulan Mei sudah memasuki masa purna namun masih semangat mengikuti pelatihan.
“Semoga dengan mempunyai sertifikat, meskipun tidak di PUPR, beliau tetap bisa berkarya di bidangnya,” harap Imam Bustomi.
“Saya berharap yang muda jangan mau kalah, harus lebih semangat lagi,” pungkasnya di akhir sambutan.[adv.hel].


