30.4 C
Sidoarjo
Monday, May 4, 2026
spot_img

Diaspora Gresik Jabodetabek Diminta Berkontribusi dalam Pembangunan Daerah

Gresik, Bhirawa

Festival Budaya dan Halal Bihalal Diaspora Gresik Jabodetabek diselenggarakan di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kegiatan ini berfungsi sebagai ajang silaturahmi sekaligus wadah untuk menyusun gagasan guna mewujudkan visi pembangunan daerah menuju “Gresik Emas”.

Acara yang mengusung tema “Gresik Nyawiji, Sinergi Perantau Berdaya, Melestarikan Tradisi dan Budaya Daerah di Kancah Nasional” ini diikuti sekitar 700 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh nasional, anggota legislatif, pejabat pemerintah, ulama, akademisi, pengusaha, hingga seluruh komunitas diaspora Gresik yang tinggal di wilayah Jabodetabek.

Ketua DPRD Gresik, M. Syahrul Munir, dalam sambutannya menyampaikan salam dari Bupati Gresik yang berhalangan hadir karena sedang melaksanakan agenda pemberangkatan jamaah haji di daerah.

Ia juga memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kembali acara ini, yang dipelopori oleh Ikatan Mahasiswa Gresik setelah sempat vakum selama masa pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, melalui kegiatan ini kita bisa kembali bernostalgia sekaligus menikmati kekayaan kuliner dan budaya khas Gresik,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

M. Syahrul Munir menekankan bahwa keberagaman latar belakang para warga Gresik yang tinggal di Jabodetabek justru menjadi kekuatan tersendiri yang dapat mempererat kekompakan antar sesama.

Kehadiran mereka dalam kegiatan ini didasari oleh rasa cinta yang mendalam terhadap daerah asal, sehingga diharapkan dapat terus berperan aktif dalam menjaga dan mempromosikan tradisi serta kekayaan budaya Gresik hingga ke kancah nasional.

Berita Terkait :  Pendaftaran IUP ITS Gelombang 1 Resmi Dibuka

“Dalam situasi efisiensi anggaran seperti saat ini, kami sangat membutuhkan masukan, dukungan, dan kepedulian dari seluruh diaspora untuk membantu pembangunan daerah. Warisan budaya kita seperti Pencak Macan, serta kekayaan kuliner khas seperti nasi krawu dan pudak merupakan identitas Gresik yang harus kita jaga dan lestarikan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari fraksi PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan bahwa visi terwujudnya Gresik Emas harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Ia menekankan bahwa kemajuan suatu daerah tidak dapat hanya bertumpu pada perkembangan sektor industri semata, melainkan pendidikan harus dijadikan sebagai pondasi utama.

“Gresik masa depan harus dibangun oleh sumber daya manusia yang kuat dan berdaya saing tinggi. Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusia yang menghuninya,” pungkasnya. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!