Bojonegoro, Bhirawa – Sebanyak delapan rumah warga di Kelurahan Klangon, Kecamatan Kota Bojonegoro, terdampak rencana pelebaran jalan nasional. Saat ini, proses penilaian terhadap lahan dan bangunan yang terdampak masih berlangsung melalui konsultan appraisal PT Pung’s Zulkarnain dan Rekan, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Rencana pelebaran jalan nasional tersebut akan dilaksanakan secara bertahap pada tahun anggaran 2026 dan 2027. Pelebaran jalan diproyeksikan mencapai 15 meter dari as jalan.
Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan warga yang terdampak diperkirakan mencapai 286 meter persegi. Namun, angka tersebut belum bersifat final karena masih menunggu hasil pengukuran dan pendataan resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Kabid Jalan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPU BM PR) Kabupaten Bojonegoro, Iwan Maulana, mengatakan kepastian mengenai luas lahan yang terdampak serta tahapan selanjutnya masih menunggu hasil pengukuran BPN.
“Untuk kepastian, masih menunggu dari pengukuran BPN,” ungkapnya kepada Bhirawa, Rabu (12/8/2026).
Hasil pengukuran BPN nantinya menjadi salah satu dasar dalam proses penilaian terhadap tanah dan bangunan milik warga yang terdampak. Setelah proses penilaian selesai, tahapan selanjutnya akan mengikuti ketentuan pengadaan tanah untuk pembangunan jalan nasional.
Sementara itu, salah satu warga yang terdampak, Nurwiyono, membenarkan adanya rencana pelebaran jalan nasional yang akan mengenai sebagian lahan dan bangunan milik warga.
Menurutnya, warga telah mengetahui adanya rencana tersebut. Namun, warga masih menunggu kepastian terkait hasil pengukuran lahan, nilai ganti kerugian, serta tahapan pengadaan tanah dari pihak terkait.
“Memang ada rencana pelebaran jalan. Kami masih menunggu proses selanjutnya, terutama hasil pengukuran dan penilaian,” ujarnya.
Warga berharap proses pengadaan tanah dapat dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan, termasuk terkait penilaian serta pemberian ganti kerugian terhadap lahan dan bangunan yang terdampak.
Pelebaran jalan nasional tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Bojonegoro, sekaligus menunjang konektivitas dan aktivitas masyarakat. [bas.kt]


