Sidoarjo, Bhirawa
Badan Pusat Statistik (BPS ) Sidoarjo akan menerjunkan sebanyak 1.450 orang petugasnya untuk melaksanakan program nasional sensus ekonomi tahun 2026.
Sensus akan dimulai pada Bulai Juni, Juli dan Agustus 2026.
Kepala BPS Sidoarjo, Bagyo Tri Laksono, mengatakan semua kegiatan usaha dan non usaha yang ada di Kabupaten Sidoarjo akan didata. Untuk bisa mengetahui perkembangan yang terjadi pada sektor ekonomi dan lainnya, dalam waktu 10 tahun kebelakang.
“Petugas yang akan kita terjunkan ini cukup besar, sebab karakteristik Sidoarjo harus diakui, lebih besar dari rata -rata daerah lain di provinsi Jatim ini,” komentar Bagyo Tri Laksono, Senin (4/5) kemarin, di kantornya.
Saat ini BPS sedang dalam proses perekrutan petugas. Pendaftar dilakukan secara terbuka. Mereka bisa melihat pendaftaran di website BPS Sidoarjo.
Pendaftar yang lolos secara administrasi akan diundang untuk mengikuti tes. Bagi yang lolos, Kemudian sebelum diterjunkan ke lapangan, mereka akan diberikan pendidikan dan latihan (Diklat).
Di Kabupaten Sidoarjo, menurut Bagyo, ada karakteristik obyek survey yang beda dengan di daerah lain. Misalnya, di Sidoarjo ada Bandar udara, ada kawasan industri, banyak mal dan apartemen.
Petugas tidak bisa begitu saja melakukan sensus. Tetapi sebelumnya harus dilakukan komunikasi dan koordinasi. Agar kedatangan petugas bisa diterima dengan lancar oleh obyek Sensus, sehingga jalannya sensus ekonomi tahun 2026 berjalan lancar dan sukses.
“Kita mendata harus ada ijin. Harus ada kesepakatan, antaranya petugas BPS dan pengelola. Dengan obyek-obyek Sensus yang besar besar sudah kita lakukan,” ujar Bagyo.
Misalnya dengan manajemen angkasa pura. Obyek Sensus di bidang pendidikan,mulai dari play grup sampai perguruan tinggi. Obyek Sensus di mal. Sebentar lagi akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan obyek Sensus di kawasan industri lewat cara zoom meeting.
“Koordinasi dan komunikasi harus ada, agar petugas BPS yang nanti akan melakukan Sensus nasional ini bisa diterima dengan tangan terbuka,” kata mantan Kepala BPS Kabupaten Pacitan itu.
Dirinya mengatakan petugas BPS Sidoarjo yang akan turun ke lapangan melakukan Sensus Ekonomi 2026, akan dilengkapi dengan tanda pengenal khusus , seperti surat tugas,nametax dan, seragam lapangan warna hitam ada garis orange.
“Supaya tidak ada keraguan, bila obyek Sensus Ekonomi, nanti didatangi oleh petugas untuk dilakukan pendataan,” kata Bagyo. [kus.hel]


