28.5 C
Sidoarjo
Sunday, November 1, 2026
spot_img

Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Dinsos Jatim Siagakan Tagana dan Dapur Umum

Pemprov, Bhirawa

Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur mulai mematangkan langkah strategis dalam menghadapi ancaman musim kemarau panjang tahun 2026. Meski telah memetakan potensi kerawanan, Dinsos Jatim saat ini masih menunggu hasil keputusan bersama dalam rapat koordinasi lintas sektor.

Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani menyampaikan bahwa pihaknya tengah menunggu jadwal pelaksanaan Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur Tahun 2026, rencananya dilaksanakan pada 7 April 2026. Pertemuan tersebut dinilai krusial untuk menyelaraskan langkah penanganan antarinstansi di tingkat provinsi.

“Kami masih menunggu hasil rapat koordinasi terkait penanganan dampak hidrometeorologi dan potensi bencana kemarau tahun ini. Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dan menunggu arahan teknis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur sebagai komando utama penanggulangan bencana di wilayah ini,” ujar Novi, Senin (6/4/4046).

Meski masih dalam tahap koordinasi, Dinsos Jatim memastikan kesiapan personel di lapangan. Ribuan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah disiagakan untuk terjun ke titik-titik terdampak kekeringan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Selain penguatan personel, Dinsos juga telah menyiapkan skema bantuan logistik. Jika terjadi kondisi darurat, seperti adanya laporan kejadian kelaparan atau krisis pangan di wilayah tertentu akibat kemarau ekstrem, Dinsos akan segera mengaktifkan layanan Dapur Umum (DU).

“Kebutuhan tenaga dari Tagana beserta peralatan Dapur Umum sudah kami siapkan. Jika di suatu tempat terjadi dampak serius seperti kelaparan, personel kami siap memberikan layanan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” tegasnya.

Berita Terkait :  Kesuksesan Lima Sekolah Matra di Jatim Bangun Bibit Unggul, Lolos Akademi TNI/Akpol dan Unhan Hingg Tembus US Naval Academy

Langkah antisipasi ini diharapkan dapat meminimalisir dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh kemarau panjang, serta memastikan kehadiran pemerintah dalam melindungi kelompok masyarakat rentan di Jawa Timur. [rac.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!