32.5 C
Sidoarjo
Thursday, November 5, 2026
spot_img

Manfaatkan Dana DBHCHT, Disnakerin Tuban Sukses Cetak Wirausaha Baru

Tuban, Bhirawa – Dengan didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tuban resmi menutup rangkaian Pelatihan Menjahit gelombang pertama dalam rangka Penumbuhan Wirausaha Baru berlangsung selama 15 hari sejak 20 Oktober hingga 3 November 2026.

Pada penutupan yang dipusatkan di Gedung UPTD Metrologi Legal Kabupaten Tuban tersebut, juga dimeriahkan dengan fashion show peragaan busana seragam kerja hasil karya para peserta Pelatihan Menjahit.

Pelatihan gelombang pertama ini diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari berbagai wilayah, meliputi Kecamatan Semanding, Tuban, Grabagan, Montong, Kerek, dan Palang. Para peserta merupakan pendaftar yang lolos seleksi berdasarkan basis data tingkat kesejahteraan (desil), guna memastikan program pemberdayaan ini tepat sasaran.

Kepala Bidang Perindustrian Disnakerin Tuban, Eryan Dewi Fatmawati, M.Ec., MSE., Ak., mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dan dedikasi tim instruktur selama masa pelatihan. Ia berharap semangat wirausaha ini tidak berhenti hanya pada acara penutupan.

“Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta. Oleh karena itu, kami mengusulkan kepada pimpinan agar tempat ini diperkenankan menjadi ruang belajar sekaligus produksi bersama bagi peserta yang belum memiliki mesin jahit sendiri,” kata Eryan Dewi Fatmawati.

Usulan tersebut langsung mendapat respons positif dari Kepala Disnakerin Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid. Dalam arahannya, ia memberikan izin khusus bagi para peserta untuk menggunakan fasilitas gedung.

Berita Terkait :  DPRD Sumenep Minta Realisasikan Pengadaan Buku Perpustakaan Daerah

“Silakan manfaatkan ruangan ini sebagai tempat praktik dan produksi bersama, selagi tidak sedang digunakan untuk jadwal pelatihan resmi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia merasa bangga atas pencapaian para peserta yang berhasil menguasai keterampilan menjahit dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, keterampilan ini menjadi modal penting untuk memberdayakan masyarakat secara ekonomi.

“Ini adalah suatu hal yang membanggakan. Dalam waktu 15 hari, para peserta sudah memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk menjadi pahlawan ekonomi keluarga,” tuturnya.

Mantan kabang Humas era Bupati Fathul Huda ini menjelaskan bahwa inisiatif ini selaras dengan visi Bupati Tuban untuk mewujudkan kemandirian masyarakat, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan generasi penerus.

Guna memperluas dampak program, Disnakerin kembali membuka pelatihan gelombang kedua yang dimulai pada 5 November 2026 dengan jumlah kuota yang sama, yakni 15 peserta dari berbagai kecamatan lainnya.

Keberhasilan program ini tentu tidak lepas dari kerja keras tim instruktur dan pendamping yang terdiri dari Triana Pambudi (Rumah Jahit Hawwari), Siti Mu’tin Ni’mah (Batari Boutiq), Anis Khoirunnisa’ (AKN), serta Ari Kustiyaningsih (Afna Modiste).

Mewakili tim instruktur, Triana Pambudi mengungkapkan bahwa seluruh peserta memulai proses belajar benar-benar dari nol. Meskipun di awal sempat mengalami kesulitan teknis, semangat peserta untuk terus hadir dan belajar dinilai sangat luar biasa.

“Kami yakin, jika kita mau menembus batas kemampuan diri, tidak ada hal yang tidak mungkin,” ungkap Triana. Mengingat waktu pelatihan yang singkat, ia mengingatkan agar peserta terus mengasah keterampilan teknis lanjutan, seperti teknik mengobras yang sangat membutuhkan rutinitas praktik.

Berita Terkait :  Gerak Cepat Tanpa Gimik, Bupati Fawait: Pemulihan Banjir Kabupaten Jember Mulai Dikebut

Sementara itu, Musarofah, salah satu peserta pelatihan, menyampaikan rasa terima kasih atas ilmu aplikatif yang diberikan. Ia berharap program peningkatan kapasitas seperti ini dapat terus berlanjut karena berdampak nyata bagi masyarakat yang ingin merintis usaha mandiri.

Rangkaian acara penutupan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat kelulusan kepada seluruh peserta. Sebagai bentuk apresiasi tambahan, penghargaan khusus juga diberikan kepada tiga peserta dengan hasil karya jahitan busana terbaik, yaitu Resdiyati, Sarpi, dan Juni Mariati. [hud.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!