Tulungagung, Bhirawa. – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulunggaung masif melakukan pengiriman air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan. Sampai saat ini mereka telah menggelontorkan sebanyak 330 ribu lier air bersih. “Jumlah bantuan yang kami berikan sudah mencapai 330 ribu liter air bersih atau 66 tangki,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, Selasa (29/9).
Menurut dia, jumlah bantuan air bersih akan terus berlanjut seiring bertambahnya desa yang mengalami kekeringan. Apalagi kemarau panjang masih berlangsung. “Jumlah dusun atau desa yang mengalami kekeringan terus bertambah. Hari ini (Selasa, 29/9), kami juga mengirim air bersih ke Dusun Tumpuk Desa Besuki Kecamatan Besuki. Ada empat rit truk tangki yang kesana,” paparnya.
Selanjutnya Sudarmaji mengungkapkan kemarau panjang di Tulungagung berdampak pada sekitar 1.008 kepala keluarga. Mereka kesulitan mendapat air bersih karena sumur atau sumber air di daerahnya mengering. “Kalau dihitung per jiwa yang terdampak kekeringan sampai sekarang sebanyak 2.804 jiwa. Itu tersebar di tujuh kecamatan dan 10 desa,” paparnya lagi.
Tujuh kecamatan di Tulungagung yang mengalami kekeringan, yakni Kecamatan Kalidawir, Kecamatan Besuki, Kecamatan Pucanglaban, Kecamatan Tanggunggunung, Kecamatan Campurdarat, Kecamatan Bandung dan Kecamatan Sendang. Sudarmaji menyebut jumlah kepala keluarga yang mengalami kekeringan di setiap desa beragam. Tetapi semuanya di atas 100 kepala keluarga.
“Yang terbanyak di Desa Kresikan Kecamatan Tanggunggunung yang mencapai 524 kepala keluarga atau 201 jiwa. Kemudian di Desa Pakisrejo, juga di Kecamatan Tanggunggunung yang tercatat 516 kepala keluarga atau 172 jiwa,” terangnya.
Mantan Sekretaris DPRD Tulungagung ini mengakui jika wilayah Kecamatan Sendang sudah mulai mengalami kekeringan. Padahal selama ini wilayah tersebut tercatat sebagai daerah pemasok air untuk kebutuhan PDAM Tulungagung. “Selain Desa Picisan yang telah kami droping air bersih, di Kecamatan Sendang yang terbaru kami mengirim di Desa Nglutung,” ucapnya.[wed.ca]


