Surabaya, Bhirawa. – Sebanyak 172 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga (Unair) mengalami keluhan mual, muntah, dan pusing setelah mengikuti kegiatan pra-pendidikan (Pradik) di RSUD Dr Soetomo Surabaya. RSUD Dr Soetomo melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dikonsumsi peserta serta pengambilan usap rektal, dimana berasal dari penyedia katering pihak luar, bukan dari Dapur Fakultas Kedokteran (FK) Unair. Selasa, (29/9/2026)
Koordinator Media dan Branding Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair, Gesang Manggala Nugraha Putra mengatakan, nasi kotak yang diberikan kepada peserta Pradik pada Senin disediakan oleh vendor katering yang bekerja sama dengan FK Unair. “Bisa kami pastikan bahwa makanannya bukan berasal dari Dapur FK Unair sebagai institusi, tetapi dari penyedia pihak luar,” katanya.
Gesang menyebut FK Unair sebelumnya telah beberapa kali bekerja sama dengan vendor katering tersebut, pihaknya belum memiliki data secara rinci terkait jumlah kerja sama yang telah dilakukan, kejadian dugaan keracunan seperti ini baru pertama kali terjadi. “Sudah pernah kerja sama sebelumnya, terkait berapa kalinya kami tidak punya datanya, Betul, baru pertama diduga keracunan,” ujarnya.
Menurut Gesang, FK Unair juga tidak hanya menggunakan satu vendor katering dalam setiap kegiatan, dimana kerja sama dengan penyedia makanan dilakukan dengan beberapa pihak sesuai kebutuhan kegiatan. “Sekarang FK Unair menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi peserta Pradik, hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar untuk menentukan evaluasi dan tindak lanjut,” katanya
Direktur RSUD Dr Soetomo, Prof Cita Rosida mengatakan, pihak rumah sakit memperoleh informasi bahwa vendor katering yang menyediakan makanan tersebut berasal dari wilayah Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Namun, pihaknya belum mengetahui nama penyedia katering tersebut. “Kalau kemarin dengarnya Sidoarjo rasanya, kemarin infonya waktu Dinas Kesehatan ke sini (RSUD Dr Soetomo), Buduran. Saya enggak tahu (namanya),” jelas Cita.
Prof Cita mengatakan, sebanyak 178 orang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam kegiatan Pradik, jumlah terdiri dari 172 peserta PPDS dan enam karyawan RSUD Dr Soetomo, termasuk petugas cleaning service yang turut mengonsumsi makanan. “Ada 172 peserta Pradik PPDS dan enam karyawan RSUD Dr Soetomo, termasuk petugas cleaning service ikut mengonsumsi makanan itu,” kata Cita.
Seluruh pasien mengalami gejala serupa, di antaranya mual, muntah, diare, pusing, dan gangguan kesehatan lainnya. Setelah mendapat penanganan dan pemeriksaan, seluruhnya telah dipastikan sembuh dan diperbolehkan pulang. Kegiatan Pradik tersebut diikuti 289 peserta PPDS FK Unair dan berlangsung di lantai tujuh Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) RSUD Dr Soetomo pada Senin 28 September 2026.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum RSUD Dr Soetomo, Robeth Jabbar mengukapkan peserta yang mengalami gejala dan membutuhkan pertolongan medis langsung diarahkan menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sementara peserta dengan keluhan ringan diminta melakukan observasi mandiri dan memantau kondisi kesehatan. Dari peserta yang mengalami keluhan, enam orang mendapat penanganan langsung di RSUD Dr Soetomo, dan empat orang menjalani pemeriksaan medis dan dua orang menjalani observasi.
Dua peserta lainnya mendapat penanganan di fasilitas kesehatan berbeda, masing-masing satu orang di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dan satu orang di RSUD dr Soewandhie. Sebagai langkah antisipasi, kegiatan Pradik pada Selasa 29 September 2026 diliburkan, peserta yang mengalami keluhan ringan diminta melakukan observasi mandiri, sedangkan peserta dengan gejala yang memburuk diarahkan segera mendapatkan pemeriksaan di IGD.
Rumah sakit juga menyiapkan bantuan penjemputan melalui petugas Instalasi Keamanan, Ketertiban dan Perparkiran (IKKP) bagi peserta yang membutuhkan bantuan menuju fasilitas kesehatan.[ren.ca]


