28 C
Sidoarjo
Tuesday, September 29, 2026
spot_img

Periode Kelam NKRI

Periode kelam, bagai dilanda perang saudara, pernah terjadi persis seperti hari ini (30 September) pada 71 tahun lalu. Dicatat dalam sejarah, dan saksi hidup yang masih banyak hingga saat ini. Yakni malam terjadi tragedi pemberontakan oleh tentara yang berafiliasi PKI. Disebut sebagai peristiwa Gestapu (Gerakan September 30), masih selalu menjadi perdebatan hangat. Saat ini juga gencar disertai tuntutan agar negara (Indonesia) meminta maaf terhadap peristiwa pembantaian pimpinan dan simpatisan PKI.

Perang saudara berlangsung cukup lama, sampai mendekati hari Pahlawan 10 November 1965. Ratusan dokumen, dan kesaksian pelaku sejarah, menyatakan kader PKI yang mendahului aksi pembantaian terhadap warga, terutama kalangan santri dan ulama. Sampai kini bukti kekejaman PKI masih terawat (dan ter-dokumentasi-kan) baik, dan semakin bertambah banyak dari berbagai daerah di Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Bahkan sebagian bukti kekejaman PKI berupa monumen, yang dibangun di atas sumur (lubang) kuburan jasad korban.

Genderang perang PKI nyata-nyata menantang melawan kalangan santri dan ulama. Seperti terjadi di desa Cluring, area Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur. Puluhan anggota dan Pimpinan Pemuda Ansor kecamatan Muncar, memenuhi undangan pengajian di Kalibaru. Namun di tengah perjalanan, di dusun Cemetuk, rombongan pemuda Ansor dicegat perempuan berseragam Fatayat NU, mempersilakan istirahat. Juga disediakan jamuan makan. Karena yang mencegat berpakaian Muslimah, berkerudung, dan ramah rombongan pemuda Ansor memenuhi jamuan.

Berita Terkait :  Simbol Suci Masyarakat Tengger Resmi jadi Warisan Budaya Nasional

Ternyata rombongan Perempuan beseragam Muslimah, adalah anggota Gerwani (organisasi sayap Perempuan PKI). Sedangkan Kepala Desa Cluring, Matulus, adalah pimpinan Pos Cemetuk Timur, struktur pertahanan PKI. Kader PKI desa Cluring telah mempersiapkan racun ganas pada jamuan makanan. Maka seketika rombongan pemuda Ansor, terdiri 62 orang, merasa mual, muntah, lemas tak berdaya. Saat itu Matulus dan rombongan Pemuda Rakyat (organisasi sayap Pemuda PKI), datang. Menghunus klewang (pedang), meng-eksekusi dengan kejam Pemuda Ansor.

Hari Senin, 18 Oktober 165, menjadi hari paling kelam di Banyuwangi. Kader PKI telah membuat sumur untuk menceburkan jenazah pemuda Ansor yang baru dibantai. Sebagian masih hidup, dan minta tolong. Menjadi ciri khas PKI mengubur banyak jasad dalam satu liang kubur. Untuk mengenang para syuhada Ansor, masyarakat membangun “Monumen Pancasila Jaya,” persis di atas lubang sumur bekas kuburan masal korban kekejaman PKI. Monumen berupa patung garuda Pancasila.

Maka berbagai pem-belok-an sejarah pemberontakan (dan kekejaman) PKI, tidak akan berhasil. Karena pemberontakan PKI bukan fiktif. Bukan dongeng. Melainkan kisah nyata yang ter-dokumentasi dengan baik. Serta terangkai erat dengan pemberontakan PKI tahun 1948 di Madiun. Ketika NKRI masih berusia 3 tahun, PKI sudah berkhianat. Ingin mendirikan negara komunis, anti-agama, sekaligus mengganti ideologi Pancasila. Sehingga seluruh ulama, santri, dan segenap tokoh agama Islam, menjadi incaran target pembunuhan.

Berita Terkait :  Polisi Gelar Patroli Gabungan Skala Besar di Mojokerto Kota

Peristiwa September 1948 (Pemberontakan PKI di Madiun), juga meng-geger-kan pulau Jawa. Sampai presiden Soekarno, menyatakan, “pilih saya atau Muso.” PKI gagal mendirikan Republik Soviet Indonesia. Tapi anehnya, PKI tidak dibubarkan. Bisa jadi karena presiden Soekarno, meng-anggap seluruh partai politik (parpol) sebagai anak kandung bangsa. PKI dianggap sebagai salahsatu anak, walau “sangat nakal.”

Karena tidak dibubarkan, PKI semakin mengembangkan diri, menjadi salahsatu dari 4 besar partai politik hasil Pemilu 1955. PKI tumbuh sebagai partai kader, dengan sayap ke-pemuda-an, perempuan, dan sayap seni budaya. Kader beserta simpatisan diperkirakan mencapai 20-an juta orang (setara seperempat orang dewasa). Menjadi bekal “berani” memberontak NKRI.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!