Surabaya, Bhirawa – Wisudawan terbaik Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembangkan website yang dirancang untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi supaya penanganan kerusakan infrastruktur dapat dilakukan secara lebih terarah. Vanessa merupakan
Mahasiswa D4 Manajemen Informatika tersebut berawal dari obrolan bersama sang ayah yang bekerja di bidang kebencanaan akhir kembangkan sistem digital berbasis website untuk membantu menentukan prioritas penanganan kerusakan infrastruktur pascabencana, Senin (28/9).
Wisudawan Fakultas Vokasi Unesa Vanessa Aulia Syifa Yudiasmara mengatakan gagasan tersebut muncul setelah melihat proses pencatatan dan penentuan prioritas penanganan pascabencana yang masih dilakukan secara manual. “Untuk perekapan penanganan pascabencana di bidang infrastruktur, prosesnya masih dilakukan secara manual menggunakan Excel. Jadi, belum ada data yang terpusat,” katanya.
Lanjut Vanessa menjelaskan bahwa sistem berbasis website dengan salah satu fitur utama berupa penentuan skala prioritas penanganan, sistem menggunakan metode ARAS (Additive Ratio Assessment) untuk membantu menentukan urutan penanganan berdasarkan sejumlah aspek penilaian.
“Data kerusakan yang dimasukkan ke dalam sistem selanjutnya diproses sehingga menghasilkan peringkat prioritas. Dengan demikian, fasilitas atau proyek yang membutuhkan penanganan lebih mendesak dapat diketahui berdasarkan kriteria yang telah ditentukan,” tuturnya.
Vanessa berikan contoh, ketika terjadi kerusakan infrastruktur seperti jalan roboh maupun banjir, data kerusakan dapat direkap melalui sistem, selanjutnya, data dinilai berdasarkan sejumlah aspek untuk menentukan fasilitas atau proyek yang perlu mendapatkan penanganan terlebih dahulu.
“Selain fitur penentuan prioritas, website dilengkapi sistem pengelolaan proyek, pengguna dapat memperbarui data, memantau perkembangan pekerjaan, serta memasukkan biaya penanganan ke dalam sistem,” ucapnya.
Vanessa mengukapkan harus mempelajari sejumlah referensi secara mandiri, tantangan lain ialah memahami metode pendukung keputusan serta menerjemahkan rumus matematis ke dalam bahasa pemrograman.
“Untuk membuat produk website itu banyak komponen yang harus dipikirkan, juga autodidak, cari referensi sendiri, tanya-tanya teman, serta ada metode pendukung keputusan dan rumus-rumus matematis yang harus diterjemahkan ke bahasa komputer,” ujarnya.
Sistem tersebut mengambil studi kasus penanganan pascabencana di Kabupaten Ponorogo. Vanessa juga telah melakukan demonstrasi sistem kepada staf internal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, khususnya bidang rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan yang dihasilkan sistem dengan perhitungan manual. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kesesuaian hasil penentuan prioritas berdasarkan aspek penilaian yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Vanessa berharap sistem yang dikembangkan sebagai tugas akhir tersebut dapat terus disempurnakan dan diterapkan pada cakupan yang lebih luas, serta mampu membantu instansi terkait mengelola penanganan pascabencana secara lebih terstruktur, cepat, dan tepat sasaran.
“Kalau bisa diadopsi untuk tingkat provinsi, saya pasti sangat senang, jadi ide yang awalnya muncul dari obrolan sederhana bisa bermanfaat dan memberikan dampak bagi instansi-instansi terkait,” tukasnya. [ren.wwn]


