Tulungagung, Bhirawa – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan Tulungagung sudah siap melaksanakan uji coba rujukan berbasis kemampuan pelayanan (RBKP). Selain juga untuk uji coba kelas rawat inap standar (KRIS) dan Indonesia diagnosis related groups (IDRG).
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, di RSUD dr Iskak Tulungagung, Jumat (25/9/2026) siang, mengungkapkan setelah dilakukan pengamatan dua hari, Kabupaten Tulungagung sudah siap sebagai tempat uji coba RBKP, KRIS dan IDRG.
“Dari hasll kunjung lapangan ke FKTP, Puskesmas maupun poliklinik kesehatan, perawatnya sudah menginput sistem rujukan ini hanya 2 menit 47 detik dari standar 4 menit. Jadi sangat bagus sekali,” ujarnya.
Azhar Jaya juga menyebut fasilitas rumah sakit penerima rujukan di Tulungagung sudah memenuhi kriteria kelas rawat inap standar. Untuk rumah sakit milik pemerintah sudah di atas 60 persen dan yang rumah sakit swasta sudah 40 persen. “Ini baik seklai dan akan dilaporkan ke Menteri Kesehatan,” sambungnya.
Uji coba RBKP, KRIS dan IDRG rencananya akan dilakukan di empat kota/kabupaten di seluruh Indoensia. Yakni, Kabupaten Tulungagung, Kota Bandung, Kota Makassar dan Kabupaten Muara Enim.
Azhar Jaya mengatakan uji coba RBKP, KRIS dan IDRG dilakukan di empat kabupaten/kota selama enam bulan sampai satu tahun. Dan pelaksanaannya dimulai setelah mendapat persetujuan dari Presiden RI.
“Begitu ditandatangani proses uji coba, maka uji coba akan berlangsung enam bulan sampai satu tahun. Setelah itu, semua rumah sakit (se-Indonesia) harus mengikuti ketetapan perpres,” paparnya.
Selanjutnya, Azhar Jaya menandaskan dengan diberlakukannya RBKP, KRIS dan IDRG, masyarakat bisa dirujuk dengan lebih cepat. Selain juga klinisnya punya pilihan untuk menentukan diagnosis dari penyakitnya.
“Masyarakat pun akan merasakan pelayanan lebih baik karena di dalam ruangan hanya empat tempat tidur saja plus kamar mandi. Ini akan memperbaiki pelayanan (kesehatan) di Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang hadir bersama Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, menyatakan dukungannya atas pelaksanaan uji coba RBKP, KRIS dan IDRG. Ia mengarahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung untuk selalu memonitoring dan evaluasi perkembangan pemenuhan standar pemenuhan kemampuan pelayanan dan KRIS di rumah sakit dan selalu berkoordinasi dengan Kemenkes RI jika ada kendala dalam pelaksanaan uji coba nantinya.
“Rumah sakit segera merampungkan penyesuaian sarana prasarana fisik dan pemenuhan SDM kesehatan yang berkompetensi demi memenuhi 12 kriteria KRIS dan 24 kemampuan pelayanan tanpa menurunkan mutu pelayanan,” katanya.
Plt Bupati Baharudin meminta pada kepala perangkat daerah terkait untuk ikut menyukseskan transformasi tersebut. Apalagi membutuhkan dukungan lintas sectoral seperti di antaranya kerjasama dengan BPJS.
“Sedang untuk pemenuhan sarana prasarana, alat kesehatan dan regulasi penganggaran, memerlukan dukungan penuh dari Bappeda, BPKAD dan OPD terkait. Saya instruksikan untuk memberikan dukungan penuh demi pelayanan masyarakat Tulungagung,” tandasnya. [wed.kt]

