Situbondo, Bhirawa – Cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang Kampung Pariyaan, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo pada Senin malam (31/8/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan bagian atap tiga rumah warga rusak terhempas angin.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Situbondo, tiga rumah semi permanen yang terdampak merupakan milik Sahmina (62), Nawati (50) dan Ariya (71).
Menurut Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, material bangunan seperti genteng, asbes, serta kayu usuk dan reng beterbangan hingga berjatuhan ke halaman rumah.
“Kejadian berlangsung singkat saat para pemilik rumah baru saja pulang bekerja dan hendak beristirahat,” aku Ipung, sapaan akrab Puriyono.
Mendengar suara gemuruh angin kencang serta melihat atap bagian depan rumah terangkat, lanjut Ipung, para penghuni langsung berlari menyelamatkan diri ke area belakang rumah.
“Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini,” aku Ipung lagi.
Sementara itu, sambung Ipung, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Situbondo bersama unsur Camat Jangkar, Polsek, Koramil, Tagana Dinsos, dan Pemerintah Desa Sopet langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat serta pendataan kerugian.
“Total kerugian materiel dari ketiga rumah tersebut ditaksir mencapai Rp 51 juta.,” beber Ipung.
Sementara itu pihak BPBD mengimbau masyarakat Kabupaten Situbondo untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem dan angin kencang yang berpotensi kembali terjadi di wilayah tersebut. “Kami minta warga lebih waspada,” pungkasnya. [awi.kt]

