Kota Malang, Bhirawa. – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi meluncurkan program Angkutan Pelajar Gratis di Halaman Depan Balai Kota Malang, Senin (31/8). Sebanyak 66 armada disiapkan pada tahap awal untuk melayani mobilitas para siswa di Kota Malang tanpa dipungut biaya.
Program ini diluncurkan sebagai langkah strategis Pemkot Malang dalam memperkuat layanan transportasi publik, sekaligus menyediakan sarana transportasi yang aman, nyaman, tertib, dan terjangkau bagi kalangan pelajar.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa operasional angkutan gratis ini telah melalui serangkaian persiapan matang. Pemkot memastikan seluruh aspek regulasi, kelayakan armada, hingga standar pelayanan terpenuhi secara optimal sebelum diterjunkan ke lapangan.
“Memang prosesnya memerlukan waktu karena dari sisi regulasi harus kita siapkan terlebih dahulu. Kita pastikan kelayakan armada, surat-surat, hingga spesifikasinya sudah dikurasi dan dibenahi secara menyeluruh,” ujar Wahyu Hidayat di sela-sela peluncuran.
Wahyu menambahkan, 66 armada awal ini diharapkan dapat langsung dimanfaatkan oleh para siswa yang selama ini mengandalkan angkutan umum maupun mikrobus sekolah. Operasional layanan dijadwalkan melayani jam keberangkatan dan kepulangan sekolah, mulai pukul 05.45 WIB hingga 14.45 WIB.
Guna menjamin keamanan dan ketepatan rute, seluruh armada telah dilengkapi dengan perangkat Global Positioning System (GPS). Pemkot Malang juga menerapkan standar pelayanan ketat bagi para pengemudi, seperti larangan merokok, kewajiban berpakaian sopan, dan larangan bersikap tidak pantas kepada penumpang.
“Pengawasan kita lakukan ketat berbasis teknologi GPS. Jika ada pengemudi yang melanggar aturan, pelajar bisa langsung melapor dan akan segera kami tindak tegas. Ini bagian dari komitmen layanan Buy The Service (BTS) fokus pelajar,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, memberikan apresiasi atas peluncuran program tersebut. Menurutnya, skema ini memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi beban biaya transportasi masyarakat sekaligus menghidupkan kembali peran angkutan kota (angkot).
“Kami sangat menyambut baik program ini karena memberikan dampak positif bagi pelajar dan para sopir angkot. Ini menjadi momentum pembenahan tata kelola transportasi, terutama untuk mengoptimalkan rute-rute angkot yang selama ini sepi penumpang,” kata Anas.
DPRD mendorong para pemilik dan pengemudi angkot lainnya untuk terus meningkatkan kualitas armada serta pelayanan agar dapat terintegrasi secara bertahap ke dalam program angkutan gratis Pemkot Malang. [mut.hel]

