Pemprov jatim, Bhirawa – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jawa Timur mulai memetakan kesiapan jaringan jalan di Madura sebagai langkah awal menanggapi rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madura. Fokus pemetaan meliputi sejumlah ruas utama yang panjangnya puluhan kilometer dan beberapa ruas pendek yang membutuhkan penanganan segera.
“Kami sedang memetakan ruas-ruas prioritas dulu. Untuk yang panjang, lebih dari sekitar 30 kilometer, ada empat ruas yang menjadi perhatian, Pamekasan–Pantai Lombang, Pamekasan–Sotabar, Sampang–Ketapang, dan Sampang–Umben,” kata Ahmad Faathir Wicaksono, Kepala Bidang Pembangunan & Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Jatim, Senin (31/8/2026) pagi.
Menurut Faathir, keempat ruas tersebut merupakan sumbu penting yang bila ditangani akan mendukung konektivitas antarkabupaten di Madura sekaligus akses menuju potensi kawasan industri.
Dari pemetaan awal, kondisi tiap ruas bervariasi. Beberapa ruas sudah memiliki lebar yang memadai namun tingkat kerusakan cukup tinggi; ada pula ruas yang belum pernah dilebarkan sehingga membutuhkan penanganan dari sisi pelebaran dan kualitas perkerasan.
“Kalau yang hijau itu sudah lebar dan kemantapannya bagus. Tapi ada juga yang kuning, lebar belum merata karena tutas baru separuh, dan kemantapannya kurang. Yang merah berarti kerusakannya parah,” jelas Faathir sambil menunjukkan klasifikasi warna yang digunakan timnya berdasarkan data lapangan.
Faathir menegaskan langkah awal tim Bina Marga adalah memetakan titik-titik yang belum lebar dan menentukan prioritas penanganan sesuai kondisi nyata di lapangan. “Yang belum lebar itu di mana-mana, kita petakan dulu. Ini dibantu teman-teman,” ujarnya, menunjukkan koordinasi tim teknis yang berlangsung internal.
Selain perbaikan teknis, aspek konektivitas menuju fasilitas pendukung kawasan industri juga menjadi perhatian. Hal ini menunjukkan bahwa DPU Bina Marga mempertimbangkan jarak dan rute penghubung ke fasilitas logistik utama.
“Kawasan industri biasanya harus ada pelabuhan. Kita biasa menyambungkan dari kawasan industri ke pelabuhannya. Misalnya ke Pelabuhan Rakyat di Pamekasan, itu sudah kita petak-petakkan,” kata Faathir,

Ahmad juga merinci lokasi-lokasi UPT yang terlibat dalam pemeliharaan di Madura. “Untuk UPT Madura ada di Sampang, Ketapang. Terus di Pamekasan ada Sampang, batas Sampang sama Pamekasan. Lalu yang kota Jalan Dirgayu sama batas kota Pamekasan Sotabar,” kata dia.
Menurut dia, penempatan UPT ini penting agar penanganan jalan lebih cepat dan terkoordinasi di level lokal.
Meski belum ada daftar resmi ruas yang diprioritaskan khusus untuk mendukung KEK, Dinas Bina Marga mengambil pendekatan proaktif. “Sementara kita belum ada info prioritas apa-apa, cuma kita maksimalkanlah. Walaupun belum prioritas, semuanya kita mencoba tangani,” ujarnya menambahkan.
Pendekatan ini dimaksudkan agar ketika ada kebijakan prioritas dari pusat atau provinsi terkait KEK, pekerjaan teknis di lapangan sudah cukup siap untuk ditingkatkan.
Terkait area yang menurut tim sudah relatif tuntas, Faathir menyebutkan contoh ruas yang lebar dan kemantapannya baik. Namun ia kembali mengingatkan bahwa status lebar tidak selalu berarti jalan dalam kondisi baik.
“Lebarnya sudah, tapi kerusakannya ya lumayan, sehingga perencanaan harus memisahkan kebutuhan pelebaran dan perbaikan kualitas perkerasan,” tegasnya.
Penempatan dan penguatan akses di Pamekasan mendapat perhatian khusus karena peran pelabuhan rakyat setempat dan potensi koneksi ke kawasan industri.
“Kalau memang nanti ada itu (kawasan industri), berarti semakin ditegaskan prioritas jalan kita di sini. Di Pamekasan kecamatannya, belum tahu ya mana-mana ada. Kalau ada infonya biasanya kita jadi diprioritaskan juga,” ujar Faathir.
Langkah selanjutnya menurut Faathir adalah menyelesaikan pemetaan lengkap, termasuk ruas-ruas pendek yang kurang dari 5 kilometer, menentukan skala prioritas berdasarkan lebar jalan, kemantapan, tingkat kerusakan, dan hubungan ke pelabuhan atau kawasan yang berpotensi menjadi pusat industri, serta memperkuat koordinasi penyerahan kewenangan jalan antar-instansi. “Kita petakan ini pelan-pelan ya,” tutupnya.
Dengan pendekatan pemetaan yang terperinci dan koordinasi lokal yang ditingkatkan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jatim berharap jaringan jalan di Madura bisa lebih siap menyambut pembangunan KEK, baik dari sisi akses fisik ke kawasan maupun koneksi logistik ke pelabuhan rakyat yang ada. [aya.kt]

