26 C
Sidoarjo
Monday, August 31, 2026
spot_img

Tumpeng Bentuk Masjid hingga Kapal Meriahkan Lomba Nasi Kuning Nusantara di Cagakagung, Gresik

Gresik, Bhirawa – Puluhan emak-emak di Desa Cagak Agung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengikuti lomba tumpeng nasi kuning Nusantara. Selain memperebutkan hadiah jutaan rupiah, lomba dalam rangka HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi Muhammad ini digelar sebagai upaya meningkatkan omset penjualan nasi kuning usaha rumahan agar lebih sejahtera.

Lomba yang digelar di Balai Desa Cagak Agung ini  diikuti emak-emak dari 8 RT yang ada di desa setempat. Mayoritas peserta memang berprofesi sebagai penjual nasi kuning. Tumpeng Bentuk Masjid Hingga Kapal Ikut Dilombakan

Proses penjurian dilakukan secara terbuka dan disaksikan para suami serta warga sekitar. Para peserta terlihat tegang saat para juri mencicipi satu persatu tumpeng nasi kuning beserta lauk pauknya.

Kreativitas peserta diuji. Berbagai bentuk tumpeng Nusantara ditampilkan, mulai dari bentuk masjid, kapal, hingga ornamen khas daerah. Tumpeng nasi kuning tersebut dilengkapi beragam lauk seperti ikan kakap, ikan bandeng, ayam, urap-urap, tempe kering dan lainnya.

Untuk membuat satu tumpeng, para emak-emak mengaku membutuhkan waktu 5 hingga 6 jam. Dana pembuatan berasal dari kas RT masing-masing sebesar Rp600 ribu. Uniknya, setelah dinilai juri, tumpeng tersebut boleh dibawa pulang oleh peserta.

Eka Rahmawati, peserta dari RT 2 RW 2 mengaku sengaja mengikuti lomba ini dengan harapan omset penjualan tumpeng nasi kuning bisa meningkat. Bersama timnya, Eka sudah tiga kali mengikuti lomba serupa dan pernah meraih juara harapan. Ia optimis tahun ini timnya bisa meraih juara 1.

Berita Terkait :  Mahasiswa UNTAG Surabaya perkenalkan alat penebar pupuk semi-otomatis kepada GAPOKTAN Desa Gedangan, Gresik

“Temanya siji gawe loro gawe, nasi kuning lauknya ayam lodeh perkedel, tempe. Sudah tiga kali ikut lomba, pernah juara harapan. Tahun ini kami optimistis juara satu,” kata Eka.

Hal senada disampaikan Ketua PKK Desa Cagak Agung, Titik Darmayanti. Menurutnya, lomba ini digelar untuk menguji kelayakan rasa nasi kuning yang menjadi usaha rumahan warga.

“Lomba tumpeng dalam rangka HUT kemerdekaan RI, dan Maulid Nabi Muhammad. ada delapan peserta semuanya maksimal, ada juri biar juri yang menilai juaranya,” ujarnya.

Sementara itu juri lomba, Titik Wulandari mengatakan, kriteria penilaian meliputi keseimbangan bentuk tumpeng, kematangan nasi, dan rasa.”Ada delapan RT yang ikut lomba, enak itu tergantung selera,” ungkapnya.

Ia mengaku sudah ada nama pemenang, namun masih dirahasiakan oleh panitia hingga pengumuman resmi. Dengan adanya lomba ini, emak-emak di Desa Cagak Agung berharap omset usaha nasi kuning mereka mengalami peningkatan signifikan sehingga kesejahteraan keluarga semakin terjamin.[eri.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!