30 C
Sidoarjo
Wednesday, August 26, 2026
spot_img

Bangkitkan Ekspor Jatim, Bootcamp J-Export And Trade Assistance 2026 Dorong IKM Go Global

Surabaya, Bhirawa — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur bersama Akademi Muda Ekspor (AME) dan Bank Jatim resmi membuka Bootcamp J-Export and Trade Assistance 2026 di Kantor Bank Jatim, Jalan Basuki Rahmad Surabaya, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar siap menembus pasar internasional.

Dalam sambutannya mewakili Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan, S.Hut., M.M., Lucky, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jatim, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas SDM dan kesiapan standar produk sebagai kunci memperbesar porsi ekspor Jawa Timur.

“Kami berharap bootcamp ini menjadi modal penting bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar internasional. Pilihan peserta dilakukan selektif dari ratusan pendaftar agar dampak pelatihan benar-benar terasa,” kata Lucky di hadapan peserta dan narasumber.

Lucky memaparkan perkembangan ekonomi dan peran Jawa Timur, meski pertumbuhan ekonomi turun tipis dari 5,9 persen menjadi 5,7 persen pada tahun berjalan, PDRB provinsi tetap besar, berada di angka hampir Rp 930 triliun. Jawa Timur tercatat sebagai kontributor PDRB kedua terbesar nasional dan eksportir kedua terbesar, menyumbang sekitar 25 persen dari total ekspor nasional.

“Kondisi ini menunjukkan potensi besar Jatim untuk memperbesar nilai tambah ekspor. Namun pasar global menuntut kualitas dan standar yang ketat, bukan hanya kuantitas,” ujarnya.

Berita Terkait :  PT PLN (Persero) UIP JBTB Percepat Pembangunan GITET 500 kV Kalipuro sebagai Penopang Kelistrikan Jawa-Bali

Bootcamp yang berlangsung secara intensif menghadirkan materi tentang standar internasional, sertifikasi produk, strategi masuk pasar, dan pengalaman praktik dari pelaku yang sudah sukses mengekspor. Lucky menekankan fasilitas pendampingan, termasuk misi dagang dan pameran antarpulau maupun internasional, yang akan difasilitasi oleh Disperindag bersama mitra.

“Kami membuka akses bagi pelaku usaha untuk bergabung dalam misi dagang dan pameran. Silakan cek kanal komunikasi kami untuk contoh produk yang sedang dicari pasar internasional,” katanya.

Peserta yang lulus seleksi akan memperoleh pendampingan lanjutan, termasuk peluang difasilitasi berekspor ke Jakarta atau pasar tujuan lain. Menurutnya, tujuan akhir bootcamp bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi mencetak eksportir mandiri yang mampu menavigasi persyaratan pasar global.

Lucky memberi pesan agar peserta aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, dan memanfaatkan jaringan narasumber. Ia mengingatkan pentingnya sertifikasi dan kepatuhan terhadap standar sebagai kunci membuka akses pasar baru.

“Jangan ragu belajar dari mereka yang sudah berpengalaman. Kesiapan administratif dan standar produk seringkali menjadi penghalang terbesar,” pungkasnya.

Lucky menutup sambutannya dengan mengapresiasi penyelenggara dan narasumber serta mengajak peserta memaksimalkan kesempatan belajar. Ia berharap pelatihan ini menjadi titik tolak lahirnya eksportir-eksportir baru dari Jawa Timur yang mampu bersaing di pasar global.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi materi dan diskusi panel bersama narasumber dari AME dan perwakilan Bank Jatim, serta dialog antar peserta untuk menggali peluang kolaborasi dan kebutuhan sertifikasi. [aya.kt]

Berita Terkait :  Tarif Listrik Triwulan IV Tak Naik, PLN Jaga Layanan Listrik Tetap Andal

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!