31 C
Sidoarjo
Monday, August 24, 2026
spot_img

Lautan Manusia Padati Pasuruan di Haul Mbah Hamid Ke-45

“ Berkah Ekonomi UMKM hingga Ketegasan Hukum Kloning AI “

Pasuruan, Bhirawa – Kota Pasuruan mendadak ‘berhenti’ sejenak pada Sabtu (22/8/2026). Sejak subuh, gelombang ratusan ribu manusia tak henti-hentinya mengalir dari berbagai penjuru daerah.

Bus-bus berukuran besar, iring-iringan minibus Elf, hingga ribuan sepeda motor dan pejalan kaki tumpah ruah melintasi jalanan kota. Target mereka satu, yakni memadati Pondok Pesantren Salafiyah demi menghadiri puncak peringatan Haul Ke-45 Al Arif Billah Almaghfurlah KH Abdul Hamid bin Abdullah Umar dan Haul Ke-36 Nyai Hj Nafisah.

Pemandangan lautan manusia itu terlihat jelas di seputar Alun-alun Kota Pasuruan. Ruas-ruas jalan utama, mulai dari Jalan Kartini, Jalan Niaga, Jalan Jawa hingga kawasan Masjid Jamik Al-Anwar nyaris tak menyisakan celah. Bahkan, gang-gang sempit dan teras rumah warga sekitar pesantren disesaki jemaah yang khusyuk beralaskan tikar seadanya.

Perhelatan akbar itu menjadi panggung silaturahmi berskala nasional. Sederet pejabat tinggi dan ulama papan atas hadir di tengah jemaah. Di bangku undangan, tampak Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, serta Wakil Wali Kota M Nawawi bersama jajaran Forkopimda. Hadir pula Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz, dan mantan Menpan RB Abdullah Azwar Anas.

Berita Terkait :  Distan Jatim dan TNI Bantu Petani Basmi Hama Tikus

Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo yang akrab disapa Mas Adi tak mampu menyembunyikan rasa harunya atas kelancaran acara dan meluapnya antusiasme publik.

Bagi Mas Adi, magnet Mbah Hamid yang tak pernah pudar adalah bukti nyata besarnya kerinduan umat terhadap sosok keteladanan.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian berjalan sangat lancar. Kita menyaksikan sendiri bagaimana puluhan ribu jemaah hadir dari berbagai daerah. Yang paling penting bukan sekadar seremonial haulnya, melainkan bagaimana nilai-nilai persaudaraan, kepedulian sesama, dan semangat membangun umat yang diajarkan Mbah Hamid bisa kita praktikkan sehari-hari,” ujar Mas Adi saat ditemui di lokasi acara.

Apresiasi senada dilemparkan Wagub Jatim Emil Dardak. Menurut Emil, nama besar KH Abdul Hamid sudah menjadi milik umat Islam secara luas, tak terbatas di Pasuruan saja.

“Saat saya menghadiri acara di Jember pun, para ulama di sana selalu menegaskan bahwa Mbah Hamid adalah sosok kiai yang luar biasa. Keteladanannya terus dihidupkan oleh umat,” ucap Emil.

Tentusaja, kehadiran ratusan ribu tamu luar daerah otomatis meniupkan angin segar bagi denyut nadi perekonomian Kota Pasuruan.

Efek kejutnya (multiplier effect) dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal. Seluruh hotel dan penginapan di Pasuruan dilaporkan full book oleh rombongan peziarah.

Pedagang makanan, minuman, hingga toko suvenir dan oleh-oleh dipadati pembeli. Tak ketinggalan, jasa parkir musiman dan moda transportasi lokal panen rezeki.

Berita Terkait :  SMADA PRIMA Sekolah Terfavorit Pilihan Siswa di Ajang AVJ 2024

“Haul ini tidak hanya membawa keberkahan spiritual, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi warga. Ada perputaran uang yang nyata dirasakan langsung pedagang kecil hingga pengusaha jasa. Ini betul-betul berkah bagi Kota Pasuruan,” tambah Mas Adi.

Di balik riuk-pikuk tersebut, nuansa kebersamaan khas warga Pasuruan terpancar kuat. Warga lokal secara sukarela mendirikan posko-posko swadaya yang membagikan makanan dan minuman gratis bagi para peziarah.

Perjuangan panjang para jemaah pun terbayar lunas. Muatip salah seorang jemaah asal Tumpang, Kabupaten Malang, mengaku sengaja memboyong istri dan rombongan keluarganya menggunakan Elf sejak selepas subuh.

“Setiap tahun kami tidak pernah absen. Niatnya satu, mencari keberkahan dari sosok ulama besar seperti Mbah Hamid,” kata Muatip dengan wajah sumringah.

Sebelum mencapai puncak acara pada Sabtu, panitia pelaksana di bawah komando Gus M. Nailurrohman (Gus Amak) telah menggelar marathon kegiatan sejak 18 Agustus 2026.

Rangkaiannya diawali Khotmil Qur’an selama tiga hari berturut-turut, pameran seni, pembacaan Maulid Habsyi hingga Temu Alumni ISIS. Namun, salah satu dinamika paling menyita perhatian publik muncul dalam Forum Besar Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia.  Forum bahtsul masail tingkat tinggi tersebut membahas persoalan fikih keagamaan terkini yang sangat relevan dengan pesatnya perkembangan teknologi artificial intelligence (AI), yakni fenomena kloning suara dan foto orang yang telah meninggal dunia.

Berita Terkait :  Dorong Kenerja, 56 ASN Pemkot Mojokerto Naik Pangkat periode Oktober 2025

Gus Amak mengungkapkan, forum musyawarah para kiai dan pakar hukum Islam tersebut melahirkan keputusan tegas. Seluruh ulama sepakat rekayasa digital berupa kloning suara maupun visual seseorang yang sudah wafat hukumnya adalah haram, apabila tidak mengantongi izin sah dari pemilik asli semasa hidupnya atau dari pihak ahli waris.

“Keputusannya jelas dan tegas. Mengkloning suara atau foto seseorang (yang sudah meninggal) hukumnya haram jika tidak mendapatkan izin resmi dari pemilik foto/suara atau ahli warisnya,” kata Gus Amak.

Rangkaian puncak haul sendiri diisi dengan tradisi ibadah yang sarat makna. Diawali pembacaan Surah Al-Fatihah sebanyak 100 kali, Surah Al-Waqi’ah, Al-Mulk, Ratibul Haddad hingga Maulid Az-Zab.

Setelah acara formal dan pembacaan manakib (riwayat hidup) Mbah Hamid, acara ditutup dengan mau’idhoh hasanah, tahlil dan doa bersama. Guna mengantisipasi potensi kemacetan dan gangguan keamanan, ribuan personel gabungan dikerahkan. Sinergi ketat terlihat antara TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga ratusan anggota Banser dan relawan lokal yang sigap mengatur lalu lintas hingga akhir acara. [hil.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!