Kota Mojokerto, Bhirawa – Dikenal sebagai Kota Kuliner dan Kota Onde-onde sejak zaman Belanda, Kota Mojokerto terus berkembang dengan menghadirkan beragam jajanan tradisional. Salah satunya tampak di Kampung Magersari Gang 1, Kota Mojokerto.
Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kampung ini menggelar pesta budaya bernuansa tempo dulu yang menyajikan aneka kuliner tradisional, permainan rakyat, hingga aktivitas budaya, pada Minggu (23/8).
Beragam makanan dan minuman tradisional tersaji dari satu sudut ke sudut lainnya, mulai dari ketan sambal, nasi jagung, jamu kunyit asam, hingga kue tradisional seperti putu, getuk, dan gempo. Pengunjung juga dapat menikmati es potong serta melihat berbagai produk batik, termasuk batik ecoprint.
Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya membangkitkan UMKM sekaligus menghadirkan kembali suasana khas masa lalu.
“Alhamdulillah, di sini terlihat upaya kawan-kawan untuk membangkitkan UMKM. Apalagi dengan nuansa jadul, ini terasa segar dan menarik,” tutur Cak Sandi, sapaan akrab Wawali.
Menurutnya, konsep kampung kuliner bernuansa tempo dulu masih dapat dikembangkan dengan memperkuat karakter menu dan aktivitas yang ditawarkan. Ia berharap kuliner yang disajikan tidak sekadar banyak jumlahnya, tetapi juga memiliki identitas yang kuat.
“Kalau ini sudah menjadi branding dan ciri khas, kita bisa lebih memperkuat karakternya. Baik dari sisi makanan, dan saya harap tidak hanya makanan saja,” ujarnya.
Cak Sandi menyebut terdapat lebih dari 50 pilihan kuliner yang dapat ditemui dalam kegiatan tersebut. Selain kuliner, acara juga diramaikan komunitas sepeda ontel, lomba permainan rakyat, serta belajar mencanting batik secara gratis.
Ia menambahkan bahwa permainan rakyat perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya sekaligus menjadi alternatif aktivitas anak-anak di tengah tingginya penggunaan gawai.
“Permainan tradisional ini perlu kita kuatkan dan terus lestarikan. Ini juga sekaligus menjadi kampanye untuk mengurangi jam anak bermain HP,” tambahnya.
Selain hiburan dan kuliner, masyarakat juga mendapatkan sejumlah layanan publik, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Kegiatan ini juga menjadi ruang promosi bagi produk lokal, termasuk batik ecoprint yang dinilai memiliki nilai tambah karena menggunakan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.
Rangkaian kegiatan ini tidak hanya bertujuan memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk meneruskan cita-cita kemerdekaan melalui pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Yang pasti untuk merayakan kemerdekaan. Kemudian yang kedua, memupuk harapan bahwa cita-cita kemerdekaan kita masih terus dilaksanakan,” pungkas Cak Sandi.
Kampung kuliner bernuansa tempo dulu di Magersari Gang 1 tersebut direncanakan digelar secara berkala. Dengan konsep yang terus disempurnakan, kegiatan ini diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu pusat kuliner dan budaya yang memiliki karakter khas Kota Mojokerto. [min.kt]



