31 C
Sidoarjo
Monday, August 24, 2026
spot_img

Kejar Minus 9 Persen, PUPR Probolinggo Digenjot Progres Positif Bulan Depan

Kota Probolinggo, Bhirawa – Progres pembangunan gedung DPRD Kota Probolinggo mengalami keterlambatan sekitar 9 persen dari target yang ditetapkan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Probolinggo memastikan bakal melakukan percepatan pekerjaan agar keterlambatan tersebut dapat ditekan dan proyek ditargetkan rampung pada Desember mendatang.

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan, mengatakan keterlambatan pekerjaan menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi secara menyeluruh. Menurutnya, pekerjaan pembangunan harus tetap mengejar target waktu yang telah ditentukan.

“Kami menginginkan ini secepatnya ditutupi kaitannya dengan kekurangan garapan sekitar 9,7 persen. Ini kan sudah menjadi limit waktu yang diberikan, sesuai target harus selesai,” ujarnya, Senin (24/8/2026).

Muchlas juga menyoroti sejumlah pekerjaan konstruksi, termasuk pengecoran tiang, yang nantinya perlu dilakukan pengujian untuk memastikan kekuatannya. Ia menyebut, salah satu faktor yang menyebabkan progres pekerjaan tertinggal adalah beberapa kali penghentian pekerjaan karena adanya kegiatan di gedung tersebut.

“Ini juga akan dites kaitannya dengan garapan-garapan, termasuk masalah pengecoran tiang-tiang ini, kekuatannya,” katanya.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Probolinggo, Rahman Kurniadi, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi sejumlah kendala yang menyebabkan progres pembangunan tertinggal. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah keterlambatan disebabkan persoalan keuangan maupun kondisi di lapangan.

“Jadi kita evaluasi terkait kendala apa sebenarnya yang terjadi di lokasi. Apakah masalah keuangan atau memang terkendala dengan kondisi yang ada di lapangan,” jelasnya.

Berita Terkait :  HKN, Dinkes Sampang Berkomitmen Berikan Pelayanan Kesehatan Prima

Rahman menyebut, progres pekerjaan masih mengalami minus sekitar 9 persen. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pihaknya menargetkan dalam satu bulan ke depan progres pekerjaan sudah bisa kembali sesuai target atau bahkan positif.

Upaya percepatan, lanjut Rahman, dilakukan dengan menerapkan lembur atau overtime. Selain itu, dukungan pendanaan juga akan dipercepat untuk menunjang kelancaran pekerjaan.

“Overtime tetap dilakukan karena memang dibutuhkan untuk percepatan. Sama juga, dana dipercepat,” tegasnya.

Dari pihak pelaksana, Komanditer CV Dua Putri, Yogi Sudjopo, menjelaskan keterlambatan progres tidak terlepas dari kondisi teknis di lokasi. Menurutnya, pekerjaan harus menghadapi kondisi tanah dan debit air yang cukup tinggi karena lokasi pembangunan berada di kawasan pesisir.

Ia menerangkan, kedalaman bangunan harus turun sekitar 12 meter. Setelah itu, pekerjaan bored pile dilakukan hingga kedalaman sekitar 15 meter. Kondisi tersebut membuat proses pekerjaan membutuhkan waktu lebih panjang.

“Debit air pada saat galian sangat tinggi. Dibutuhkan pompa air dengan debit kurang lebih 5 kubik per jam,” ujarnya.

Menurut Yogi, kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap proses pengecoran. Sebelum pengecoran dilakukan, air harus terlebih dahulu dikeringkan atau didrainase agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan teknis.

Akibatnya, pada empat minggu awal pekerjaan, progres tidak mengalami kenaikan signifikan. Namun, Yogi memastikan pekerjaan di lapangan tetap berjalan dan saat ini sejumlah kolom telah berdiri maupun selesai dicor.

Berita Terkait :  Momentum Musiman, Penjualan Ritel Jatim Diproyeksi Terus Tumbuh

Ia menyebut sekitar 15 kolom telah selesai dicor, sementara sekitar 18 kolom sudah dalam posisi pembesian.

Yogi juga menjelaskan terdapat perbedaan antara progres pekerjaan secara visual dengan progres yang telah tercatat dalam dokumen.

Menurutnya, progres realisasi di lapangan saat ini sekitar 37 persen, sedangkan progres yang tercatat dalam dokumen masih sekitar 27 persen karena pekerjaan terbaru belum seluruhnya masuk dalam penginputan.

“Kalau hari ini progres realisasi hari ini 37. Kalau di dokumen kita sekarang ada di 27. Karena yang ini belum di-input,” katanya.

Terkait target mengejar keterlambatan dalam satu bulan, Yogi mengatakan proses pekerjaan tetap akan dilakukan secara bertahap. Pekerjaan pelat lantai sepanjang sekitar 60 meter, misalnya, tidak dapat dilakukan sekaligus dan harus dibagi menjadi beberapa tahap.

Ia juga menyebut pekerjaan yang secara kasat mata belum menunjukkan perubahan signifikan bukan berarti tidak ada progres. Saat ini terdapat pekerjaan perancah serta persiapan pembesian untuk balok anak, balok induk lantai dua dan pelat dengan ketebalan sekitar 15 sentimeter.

“Kalau teman-teman datang ke sini terlihat tidak ada progres, itu sebetulnya ada progres, yaitu perancah, persiapan pembesian untuk balok anak, balok induk lantai dua serta pelatnya,” pungkasnya.

Selain persoalan teknis, Yogi mengakui aspek permodalan juga menjadi bagian yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan proyek. Namun, pihaknya menyebut telah memperoleh dukungan permodalan dari Bank Jatim dan berharap proses pencairan termin sesuai ketentuan dapat berjalan tepat waktu.

Berita Terkait :  PENS Tambah Kuota Mahasiswa Baru dari Jalur SNBP, SNBT, Mandiri

Pembangunan gedung DPRD Kota Probolinggo sendiri ditargetkan tetap dapat diselesaikan pada Desember mendatang, dengan langkah percepatan yang dilakukan oleh Dinas PUPR bersama pihak pelaksana.  [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!