Surabaya, Bhirawa – Mahasiswa D4 Desain Grafis Universitas Negeri Surabaya (Unesa) hadirkan buku ilustrasi interaktif “Zuan dan Wony: Petualangan 5R” sebagai media pengenalan gaya hidup zero waste bagi siswa sekolah dasar.
Karya tersebut dikembangkan sebagai tugas akhir sekaligus media edukasi lingkungan dalam program SIER Mengajar 1. Melalui program tersebut, buku ilustrasi interaktif memadukan cerita visual, aktivitas fisik, dan teknologi digital untuk mengenalkan konsep pengelolaan sampah kepada anak-anak dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami, Rabu (19/8).
Mahasiswa D4 DKV Unesa Tabitha Ayu Putri Ning Bestari mengukapkan gagasan pembuatan buku “Zuan dan Wony: Petualangan 5R” berangkat dari kebutuhan menghadirkan media pembelajaran lingkungan sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar, dimana isu ekologi sering kali memiliki konsep kompleks sehingga membutuhkan penyampaian kreatif agar lebih mudah diterima oleh anak.
“Desain grafis memiliki kekuatan luar biasa menyederhanakan isu ekologi yang kompleks menjadi petualangan visual yang taktil dan mudah dipahami oleh kognisi anak-anak,” katanya.
Tabitha menjelaskan melalui karakter Zuan dan Wony, anak-anak mengikuti perjalanan edukatif untuk memahami konsep 5R, yaitu Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot. “Kelima konsep dikemas dalam alur cerita yang interaktif sehingga pembelajaran mengenai pengurangan sampah terasa lebih dekat dengan pengalaman anak, buku dirancang menggabungkan pengalaman membaca secara konvensional dan interaksi digital, setiap halaman menghadirkan elemen visual yang dapat disentuh melalui fitur buka-tutup, sementara QR Code yang tersedia di dalam buku mengarahkan pengguna menuju konten digital berupa permainan edukatif,” tuturnya.
Tabitha mengatakan pendekatan membuat proses belajar menjadi lebih variatif, anak-anak dapat membaca cerita, melakukan aktivitas langsung, dan mengeksplorasi materi tambahan melalui perangkat digital, metode ini membantu memperkuat pemahaman mengenai pentingnya memilah, mengurangi, dan memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan.
“Selain buku ilustrasi, saya kembangkan media pendukung memperluas kampanye edukasi lingkungan, seperti video animasi motion graphic, pemetaan konten media sosial, hingga produk turunan seperti tas bekal dan perangkat berkebun,” ucapnya.
Tabitha berharap anak-anak dapat mengenal gaya hidup ramah lingkungan sejak dini dan menerapkannya dalam keseharian, karya ini jadi bukti desain dapat berfungsi sebagai sarana edukasi yang mendorong perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan. [ren.wwn]



