28.2 C
Sidoarjo
Monday, August 17, 2026
spot_img

Nelayan Pangkahkulon Bentangkan Bendera Merah Putih 45 Meter di Bengawan Solo

Cara Rakyat Peringati 81 Tahun Ondonesia Merdeka
Semangat kemerdekaan dikobarkan nelayan Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah dengan cara tak biasa. Ratusan nelayan menggelar karnaval laut, sekaligus membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 45 meter di muara Bengawan Solo. Aksi tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81, Kemerdekaan Republik Indonesia.

Oleh:
Rokhim, Kabupaten Gresik

Muara Bengawan Solo, yang selama ini menjadi ruang hidup dan tempat nelayan mencari nafkah, disulap menjadi arena upacara kemerdekaan di atas air. Ratusan perahu nelayan yang dihiasi ornamen merah putih bergerak beriringan layaknya karnaval. Rombongan berangkat, dari Dermaga Kalingapuri menuju perairan Bengawan Solo.

Sesampainya di tengah sungai, sejumlah perahu mengambil posisi untuk membentangkan Sang Saka. Bendera berukuran panjang 45 meter, dan lebar 1 meter itu dibentangkan di atas beberapa perahu hingga membentuk hamparan merah putih di tengah aliran sungai.

Suasana semakin khidmat, ketika seluruh warga yang mengikuti kegiatan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Meski berlangsung di atas perahu, prosesi tersebut berlangsung layaknya upacara penghormatan terhadap kemerdekaan.

Warga Pangkahkulon, Abdul Latif, mengatakan pengibaran bendera raksasa tersebut. Merupakan bagian dari rangkaian kegiatan, untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

“Pemilihan panjang 45 meter, adalah sebagai penanda bahwa kita bangsa Indonesia merdeka pada tahun 1945. Kita ambil tahun kemerdekaannya,” kata Latif.

Kegiatan tersebut, tidak sekadar menjadi ekspresi nasionalisme. Karnaval laut juga diharapkan memperkuat kekompakan, dan persaudaraan di kalangan nelayan Pangkahkulon.

Berita Terkait :  Artikel KIM di Tuban Masuk Prestasi Nasional di KIMFest 2025

“Semoga dengan pengibaran bendera bersama ini, bisa membuat nelayan semakin guyub dan semakin solid antaranggota. Jadi bukan hanya mengenai rasa nasionalisme,” ujarnya.

Latif menambahkan, kegiatan serupa akan dikembangkan agar lebih semarak pada peringatan kemerdekaan mendatang.

Jumlah peserta karnaval laut diharapkan terus bertambah, sehingga tradisi tersebut dapat menjadi agenda kebersamaan masyarakat nelayan Pangkahkulon.

Antusiasme juga dirasakan anggota Rukun Nelayan, Nuril Anwar. Ia menilai pengibaran Merah Putih di tengah Bengawan Solo, memiliki pesan kuat bagi masyarakat pesisir.

“Bukan hanya mengingatkan kami (nelayan) mengenai nasionalisme, tetapi juga rasa kebersamaan dan kesolidan antar nelayan di Pangkahkulon,” tuturnya.

Bagi nelayan Pangkahkulon, kemerdekaan bukan sekadar perayaan seremonial. Di atas perahu dan di tengah sungai tempat mereka menggantungkan hidup, Merah Putih dibentangkan sebagai simbol. Bahwa semangat menjaga persatuan tumbuh dari tempat mereka bekerja, dan menghidupi keluarga. [kim]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!