28.2 C
Sidoarjo
Monday, August 17, 2026
spot_img

Bakorwil V Jember Bidik Lumbung PMI Lewat SMK

Pemkab Jember, Bhirawa. – Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jember memperkuat koordinasi dalam mendukung Program SMK Go Global Jawa Timur 2026 yang digagas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Langkah ini diarahkan untuk memaksimalkan potensi Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, dan Probolinggo sebagai salah satu lumbung Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jawa Timur.

Dukungan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi dan Pemetaan Kompetensi SMK Go Global Jawa Timur 2026 di wilayah kerja Bakorwil V Jember, Kamis (13/8). Kegiatan di Meeting Room EJSC Bakorwil V Jember itu melibatkan KP2MI, UPT BLK Jember, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember dan Lumajang.

Kepala Bakorwil V Jember Budi Raharjo menyampaikan, potensi besar wilayahnya di bidang ketenagakerjaan perlu diikuti peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja migran. Karena itu, penguatan SMK Go Global perlu dilakukan secara sinergis dengan melibatkan pemerintah daerah, SMK, lembaga pelatihan, BLK, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Jangan sampai pemerintah melatih ribuan orang, tetapi setelah pelatihan mereka kembali ke rumah dan bertanya: Lalu saya bekerja di mana?,” kata Budi.

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan atau sertifikat yang diterbitkan. Yang lebih penting, peserta dapat ditempatkan pada pekerjaan sesuai kompetensinya dengan kondisi kerja yang legal, aman, dan produktif.

Berita Terkait :  Sediakan Bapok Harga Terjangkau, Pemkab Situbondo Galakkan GPM

Sementara itu, KP2MI menegaskan SMK Go Global diarahkan membangun ekosistem penguatan SDM agar lulusan SMK memiliki kompetensi sesuai standar dan kebutuhan pasar kerja internasional. Program tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi diarahkan hingga penempatan dengan pendekatan berbasis kebutuhan atau demand negara tujuan.

Untuk itu, kebutuhan tenaga kerja luar negeri perlu dipetakan berdasarkan jenis pekerjaan, kompetensi, jumlah tenaga kerja dan negara tujuan. Pemetaan kemudian diselaraskan dengan potensi lulusan SMK, jurusan keahlian, fasilitas pelatihan, kapasitas BLK dan lembaga pelatihan di enam daerah wilayah kerja Bakorwil V Jember.

Di Jember, pemetaan bersama Dinas Tenaga Kerja dan Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Jember-Lumajang mencatat sekitar 710 siswa SMK berminat bekerja di luar negeri. Jember juga telah merintis pelatihan tenaga kerja migran melalui APBD 2026 serta menjalin kerja sama dengan Politeknik Negeri Jember untuk sekitar 400 peserta. Fokus pelatihan diarahkan pada housekeeping dan caregiver.

UPT BLK Jember menyatakan siap mendukung sebagai pelaksana pelatihan dan membuka peluang sinergi dengan LPK/LKP. Sementara Cabang Dinas Pendidikan menyatakan SMK negeri maupun swasta siap mendukung melalui pemetaan minat siswa, penguatan kompetensi dasar dan pemanfaatan fasilitas vokasi. KP2MI juga mendorong sinergi dengan 16 BLK di Jawa Timur serta penguatan bahasa asing dan sertifikasi kompetensi.

Kembali Kepala Bakorwil V Jember Budi Raharjo memastikan terus mendukung dan memfasilitasi koordinasi lanjutan pelaksanaan Program SMK Go Global dengan melibatkan pemerintah daerah, SMK, BLK, lembaga pelatihan dan pemangku kepentingan terkait. Melalui sinergi tersebut, program diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan SMK sesuai kebutuhan pasar kerja global sekaligus membuka akses penempatan yang jelas, legal dan memberikan perlindungan lebih baik bagi tenaga kerja migran.[rac.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!