28.5 C
Sidoarjo
Sunday, August 16, 2026
spot_img

Warga Dharma Tanjung Sampang Tolak Pelebaran Jalan

Sampang, Bhirawa– Rencana pembangunan dan peninggian jembatan serta pelebaran jalan di Desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, mendapat penolakan dari sejumlah warga dan tokoh yang tinggal dan menjalankan usaha di sekitar lokasi.

Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, jembatan tersebut rencananya akan ditinggikan sekitar 2 meter, disertai pelebaran jalan kurang lebih 8 meter. Rencana tersebut memicu kekhawatiran warga karena dinilai berpotensi berdampak langsung terhadap permukiman dan sumber mata pencaharian masyarakat sekitar.

Di kawasan sekitar jembatan terdapat sejumlah toko milik warga, pasar tradisional, serta aktivitas pedagang ikan yang telah berlangsung secara turun-temurun. Warga khawatir apabila pembangunan dan pelebaran jalan dilaksanakan sesuai rencana, keberadaan tempat usaha tersebut akan terdampak bahkan terancam kehilangan sumber penghasilan.

Menurut Syamsuddin salah satu tokoh setempat, warga pada prinsipnya tidak menolak pembangunan infrastruktur. Mereka meminta agar pembangunan jembatan tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan keberlangsungan usaha masyarakat yang telah lama berada di kawasan tersebut. Minggu (16/8/26).

“Silakan jembatan dibangun, tetapi sewajarnya dan jangan sampai pembangunan justru merugikan serta mematikan usaha warga sekitar,” demikian aspirasi yang disampaikan warga.

Penolakan tersebut bahkan disebut dapat berkembang menjadi aksi lebih besar. Warga mengancam akan melakukan blokade jalan nasional apabila aspirasi mereka tidak mendapatkan perhatian dan pemerintah tetap memaksakan pembangunan sesuai rencana yang dipersoalkan.

Berita Terkait :  Dewas KPK Tindak Lanjuti Aduan Soal Pengalihan Penahanan Yaqut

Dikatakan Syamsuddin, yang juga mantan anggota DPRD Sampang, meminta pemerintah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhitungkan dampaknya terhadap masyarakat.

“Pemerintah jangan seenaknya dalam membangun jembatan. Perhatikan juga nasib warga yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha di sekitar lokasi,” ujar Syamsuddin.

Ia menegaskan, apabila pemerintah tetap memaksakan rencana pembangunan tanpa memberikan solusi yang adil bagi warga terdampak, dirinya siap menggelar aksi demonstrasi bersama masyarakat dan para pedagang yang terdampak.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan justru mengorbankan kehidupan ekonomi warga yang telah puluhan tahun mencari nafkah di lokasi tersebut.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera membuka ruang dialog untuk membahas desain, ketinggian, pelebaran jalan, serta dampak sosial-ekonomi pembangunan. Mereka meminta agar terdapat solusi yang memungkinkan pembangunan jembatan tetap berjalan tanpa menghilangkan sumber mata pencaharian masyarakat sekitar [lis.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!