Kabupaten Pasuruan, Bhirawa. – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih terus berlangsung hingga hari kesebelas.
Kobaran api dilaporkan makin meluas dan kini merembet ke wilayah administratif Kabupaten Pasuruan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyampaikan titik api yang awalnya membakar kawasan Bukit Dingklik kini telah merembet ke objek wisata Bukit Cinta.
Api bergerak relatif cepat disertai kepulan asap tebal yang membumbung tinggi di area pegunungan.
“Sampai hari ini masih terjadi kebakaran, utamanya sekarang menjalar ke Bukit Cinta. Apinya cukup besar dan merembet cepat sekali,” ujar Sugeng, Rahu (12/8) sore.
Merespons pergerakan api tersebut, tim gabungan meningkatkan kewaspadaan ekstra guna memblokir laju kebakaran.
Langkah pertahanan ini difokuskan agar titik api tidak menembus kawasan wisata vital dan strategis lainnya, seperti Bukit Kingkong hingga Puncak Penanjakan.
Sebagai langkah antisipasi untuk mengamankan wilayah yang berdekatan dengan permukiman penduduk, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengerahkan enam unit armada pemadam kebakaran (damkar) serta enam unit mobil tangki air ke titik-titik rawan.
Upaya penanggulangan dilakukan secara masif dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, BNPB, Satpol PP, pengelola TNBTS, hingga relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Pemadaman ditempuh melalui kombinasi operasi darat dan udara. Sugeng menjelaskan kendala utama dalam pemadaman darat adalah minimnya pasokan air di kawasan pegunungan serta topografi medan yang terjal.
Petugas harus bekerja ekstra keras menyambung selang panjang dari armada damkar untuk menjangkau titik api di curamnya tebing.
“Kami kesulitan pasokan air karena letaknya di pegunungan, namun demikian kami bekerja keras seluruh elemen tak kenal lelah,” kata Sugeng.
Untuk menjangkau titik api pada lokasi yang sulit diakses oleh petugas darat, BPBD Jawa Timur bersama BNPB mengerahkan bantuan helikopter water bombing.
“Helikopter pemadam tercatat telah melakukan lima kali manuver penyiraman udara dengan mengelontorkan sekitar 1.000 liter air pada setiap tumpahan,” jelas Sugeng. [hil.hel]


