26.6 C
Sidoarjo
Monday, August 10, 2026
spot_img

Karhutla dan Krisis Air

Kemarau mencapai puncak di seluruh Indonesia, kecuali kawasan Sumatera bagian utara (Aceh, Sumut, dan Sumbar). Berbagai daerah (propinsi serta kabupaten dan kota) telah menyatakan siaga darurat kekeringan, serta darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Efek gejala El-Nino, kemarau terasa lebih kering. Berpuncak pada Agustus hingga September. Berbagai aktifitas masyarakat akan terdampak, terutama pada sektor pertanian. Sudah nampak gangguan pada tanaman yang kekeringan, bisa mati layu.

Kondisi di sentra cabe di Jawa Timur, tanaman cabe nampak keriting, dan kerdil. Banyak bunga bakal cabe bergguran. Bahkan pohon cabe nampak layu, dan mati mengering. Begitu pula tanaman palawija (jagung), yang biasa ditanam pada musim kemarau, tidak memperoleh suplai air memadai. Pertumbuhan pohon jagung tidak maksimal (pendek), diikuti daun mengering. Petani memilih menebang pohon jagung untuk dijadikan pakan ternak.

Dampak serupa dialami petani tembakau di seantero Madura, serta Probolinggo, dan Jember. Awal musim kemarau menandai persiapan pembukaan ladang untuk menanam bibit tembakau. Musim kemarau merupakan kondisi ideal pertumbuhan tanaman tembakau. Tanaman cukup disiram dari sumur pompa ladang.Tetapi pertumbuhan tembakau tidak maksimal, karena air tanah mengering. Pompa tidak mampu menyedot air. Daun tembakau muda mengering. Sekaligus sangat rentan hama.

Situasi yang sama juga nampak pada sentra cabe. Pengalaman El-Nino 2024, kekeringan melanda ribuan hektar sawah dan ladang aneka tanaman. Anehnya kegagalan tetap berulang, walau beberapa gejala telah coba diantisipasi, termasuk penyediaan sumur pompa di ladang. Serta “payung” (musla)berwarna perak keputihan untuk melindungi tanaman.

Berita Terkait :  Siaga Ancaman La-Nina

Jawa Timur merupakan sentra cabe, sekaligus penyangga utama pasok nasional. Sekitar 37% cabe nasional dikirim dari beberapa daerah di Jawa Timur. Jika sentra cabe di Jawa Timur terganggu iklim, maka bisa mempengaruhi stabilitas harga. Sudah sering terjadi harga cabe melampaui Rp 110 ribu per-kilogram. Bersaing dengan harga daging sapi. Berbagai kelompok tani (Poktan) cabe di berbagai daerah sudah meng-antisipasi gejala El-Nino.

Terutama tindakan “penyelamatan” tanaman oleh Poktan di Kediri, Malang, Tuban, dan Lamongan. Biasa digunakan “payung” (mulsa plastik)berwarna perak keputihan untuk melindungi tanaman. Sehingga kelembaban tanah tetap terjaga. Sekaligus bermanfaat menjaga keasaman tanah. Namun kekeringan El-Nino, tetap menyasar tanah sekitar, sampai mengering. Menyebabkan sumur sumber air tanah mengering kerontang. Tanaman cabe mengering, dan berguguran. Sehingga petani mencabuti tanaman. Gagal panen.

BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) telah mengingatkan fenomena El-Nino sejak awal (Maret). Diperkirakan tahun ini pada kategori kuat hingga berubah menjadi sangat kuat, pada bulan Agustus-September. Sehingga musim kemarau akan berlangsung lebih panjang, dan lebih kering. Niscaya berdampak pada seluruh aktifitas manusia, hewan (Fauna), dan tanaman (Flora). Hewan di kawasan hutan lindung akan keluar, turun gunung, mencari air minum. Serta tanaman yang layu, dan rontok daun.

Kekeringan ekstrem dampak El-Nino, juga mengancam kelestarian kawasan lindung. Terutama kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), disebabkan gesekan antar-daun dan ranting, sampai timbul percikan api. Misalnya, yang terjadi pada Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TN-BTS). Pemadaman Karhutla telah dilakukan sejak awal Agustus. Tetapi kobaran makin membara, dan bertambah. Sampai ditaksir sekitar 520 hektar lahan terbakar.

Berita Terkait :  Tiga Kelurahan di Kota Mojokerto Siap Ikuti Penilaian Cinta Statistik

BNPB bersama pemerintah daerah dan Basarnas, telah bekerja coba menundukkan kebakaran. Termasuk dengan menggunakan helikopter water boombing. Juga drone penyemprot air. Tetapi belum padam benar. Masih diperlukan penyemprot lebih besar, yang bisa menjangkau seluruh bagian tebing. Tak lain hujan dari langit.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!