26.7 C
Sidoarjo
Monday, August 3, 2026
spot_img

Siapkan Job Fair 2026 Berkonsep Skill Fest, Prioritaskan Tenaga Kerja Terampil


Pemprov, Bhirawa – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Job Fair 2026 yang direncanakan digelar pada 28-29 Oktober 2026 yang rencananya di Grand City Surabaya.

Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, job fair kali ini akan mengusung tema besar “Skill Fest” dengan fokus pada tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus.

Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto melalui Kabid Perluasan Kerja dan Penempatan Kerja Purwanti Utami, mengatakan konsep tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas penempatan tenaga kerja sekaligus mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja yang telah memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

“Tema besarnya adalah Skill Fest. Yang membedakan dengan tahun-tahun sebelumnya, kami ingin lebih banyak memfasilitasi pencari kerja yang sudah memiliki keahlian khusus, bukan hanya pencari kerja umum,” ujarnya.

Menurut Sigit, Disnakertrans Jatim telah mulai melakukan proses penyaringan pencari kerja melalui berbagai layanan, termasuk job fair online, sehingga peserta yang difasilitasi dalam kegiatan nanti memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja.

Selain menghadirkan perusahaan-perusahaan pembuka lowongan kerja, Job Fair 2026 juga akan dilengkapi booth layanan ketenagakerjaan. Masyarakat tidak hanya dapat melamar pekerjaan, tetapi juga memperoleh layanan konsultasi.

Dan bahkan Disnakertrans Jatim juga mengusung bidang hubungan industrial, pengawasan ketenagakerjaan, Balai Latihan Kerja (BLK), agar bisa mengetahui mengenai perizinan tenaga kerja, hingga layanan antar kerja.

Berita Terkait :  Jawa Timur Jadi Provinsi Terbanyak Selenggarakan Sekolah Rakyat

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa layanan ketenagakerjaan itu tidak hanya job fair. Ada banyak layanan konsultasi dan pendampingan yang bisa dimanfaatkan, baik oleh pencari kerja maupun perusahaan,” jelasnya.

Disnakertrans Jatim juga memastikan aspek inklusivitas menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Salah satunya melalui penyediaan layanan khusus bagi pencari kerja penyandang disabilitas dengan memanfaatkan platform JATIM BISSA (Basis Data Disabilitas Berdaya), sebuah platform job matching yang dikembangkan bersama Telkom University dengan Disnakertrans Jatim.

“Penyandang disabilitas akan tetap menjadi prioritas. Kami sudah memiliki platform yang mempertemukan pencari kerja disabilitas dengan perusahaan yang membuka kesempatan kerja inklusif,” kata Sigit.

Hingga tahap awal persiapan, sekitar 23 perusahaan telah mendaftar dari target 60 perusahaan peserta. Disnakertrans Jatim melakukan proses kurasi secara ketat untuk memastikan perusahaan peserta memenuhi ketentuan ketenagakerjaan.

Proses seleksi meliputi kepatuhan perusahaan dalam wajib lapor ketenagakerjaan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, pelaporan hasil penempatan tenaga kerja setelah pelaksanaan job fair, serta kualitas jenis pekerjaan yang ditawarkan.

“Kami ingin perusahaan yang ikut benar-benar berkualitas. Jangan hanya menawarkan pekerjaan yang tidak jelas atau tidak memberikan kepastian penempatan. Perusahaan yang tidak patuh terhadap aturan juga tidak akan kami ikutsertakan lagi,” tegasnya.

Sigit menambahkan, penyelenggaraan Job Fair 2026 akan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia industri dan lembaga pendidikan, dengan prinsip simbiosis mutualisme untuk memperluas akses kesempatan kerja bagi masyarakat Jawa Timur.

Berita Terkait :  Lima Daerah Dikawasan BTS Susun Kontijensi Mitigasi Bencana

“Kami ingin meninggalkan budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan. Meski anggaran terbatas, layanan kepada masyarakat harus tetap maksimal,” pungkasnya. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!