26.7 C
Sidoarjo
Monday, August 3, 2026
spot_img

Memperlebar Akses Memajukan Pariwisata, DPU Bina Marga Jatim Perkuat Jalan menuju Destinasi Jawa Timur


Pemprov, Bhirawa – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Jawa Timur meningkatkan fokus pada perbaikan akses jalan yang menghubungkan berbagai objek pariwisata di provinsi ini.

Program yang berjalan sejak tahun lalu dan dilanjutkan pada 2026-2027 bertujuan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan aksesibilitas warga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.

Kepala Bidang Pembangunan & Peningkatan Jalan dan Jembatan, Ahmad Faathir Wicaksono, menjelaskan bahwa paket pekerjaan yang dijalankan bersifat tematik, menyasar akses ekonomi, akses layanan masyarakat, serta dukungan langsung untuk pariwisata.

“Jadi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh Bina Marga ini sesuai dengan arahnya Bu Gubernur ya, kan satu meningkatkan aksesibilitas, kemudian meningkatkan distribusi logistik, salah satunya itu kan meningkatkan perekonomian,” kata Ahmad Faathir, Senin (3/8).

Menurut dia, ada beberapa proyek yang telah berjalan atau sedang direncanakan meliputi Kawasan Bromo, pemeliharaan dan rekonstruksi beberapa ruas, termasuk Kejayan-Tosari dan akses dari Poh Jentrek sampai batas Kota Pasuruan, untuk memperbaiki konektivitas ke wilayah wisata Gunung Bromo.

Berikutnya adalah Jember (Pantai Puger). Rekonstruksi jalan pada paket-paket yang mengarah ke kawasan wisata pantai Puger Banyuwangi (Pantai Merah): pemeliharaan dan perbaikan jalan untuk mendukung akses wisata Pantai Merah.

“Kemudian adalah di Pacitan (Pantai Telengria, Pantai Pancerdoro): pekerjaan di Arjasari Purwantoro sebagai akses dari Pacitan ke sejumlah pantai di selatan Jawa Timur,” katanya menambahkan.

Berita Terkait :  Enam Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Masih Terendam Banjir

Lalu ada Nganjuk-Kediri, menurutnya, ada perbaikan akses menuju bendungan dan kawasan wisata sekitar Nganjuk, termasuk ruas Benjenegoro-Nganjuk.

“Malang Selatan tepatnya di Taluk Beruju-Sendang Biru. Ada paket perbaikan berkala yang mendukung gerbang lintas selatan yang penuh potensi wisata pantai,” katanya menjelaskan.

Kemudian di Malang-Batu di wilayah Cangar. Ahmad Faathir menyebut ada pemeliharaan berkala pada ruas dari batas Kota Batu sampai Cangar, area yang menjadi penghubung ke objek seperti Selecta, kebun bunga, dan wisata baru di sekitar Batu.

Ahmad Faathir menekankan bahwa program ini berkelanjutan. “Sebenarnya mulai tahun lalu, tahun ini rencana juga ada, tahun depan ada juga,” cetus dia.

Ia menambahkan bahwa salah satu paket yang mendukung pariwisata pada 2026-2027 adalah perbaikan di Taluk Beruju Sendang Biru, yang mengarahkan akses ke Lintas Selatan Malang, wilayah yang kaya destinasi pantai.

Tantangan lahan menjadi hambatan utama ketika Bina Marga ingin melakukan pelebaran jalan di zona wisata. Contoh konkret ada di ruas menuju Cangar, Batu, di mana upaya pelebaran dibatasi kepemilikan lahan oleh Perhutani dan warga sekitar.

“Kita sebenarnya pengen di situ ada pekerjaan pelebaran ya, cuma ya itu kita terkendala lahan, yang kanan kirinya kan sudah ada yang punyanya berhutani maupun punyanya warga,” ujarnya.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, DPU Bina Marga merencanakan koordinasi lintas pemangku kepentingan. Ahmad Faathir berharap dukungan dari instansi lain agar pembukaan atau pelebaran lahan bisa terlaksana.

Berita Terkait :  Kreativitas Maulid Nabi Warga Kelurahan Patokan Situbondo, Suguhan Kreasi Budaya Seni Unik di Parade Ancak Agung

“Kita berharap, harapannya nanti untuk wilayah-wilayah tersebut nanti kan coba kita koordinasi dengan para stakeholder, terutama yang susah misalkan untuk pelebaran jalan misalkan kayak diperhutani, kemudian KAI, terus ataupun punyanya wilayah sungai itu kan biasanya sulit,” kata dia menegaskan.

Selain pelebaran, pendekatan DPU Bina Marga saat lahan terbatas adalah memaksimalkan ruang jalan yang ada dan melakukan perawatan berkala sehingga kondisi permukaan tetap layak jalan.

“Jadinya ya kita memaksimalkan ruang milik jalan kita yang ada aja di wilayah-wilayah wisata itu,” jelas Ahmad Faathir.

Upaya ini dimaksudkan agar pengalaman berkendara pengunjung lebih nyaman, aman, serta mengurangi kemacetan, masalah tipikal di destinasi populer saat akhir pekan.

“Kita sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik lah, jalannya yang penting tidak lubang, tidak rusak,” tambahnya.

Perbaikan akses diharapkan mendorong kenaikan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, dan membuka peluang usaha lokal, dari akomodasi, kuliner, hingga layanan transportasi.

DPU Bina Marga memosisikan programnya sebagai bagian integral dari strategi Gubernur untuk memperbaiki konektivitas dan pemerataan ekonomi wilayah.

Koordinasi dengan instansi pengelola lahan, seperti Perhutani, KAI, pengelola sungai menjadi kunci untuk proyek pelebaran. Prioritas pekerjaan diutamakan pada jalur yang sudah menunjukkan potensi kunjungan wisata tinggi.

Penggunaan opsi pemeliharaan dan perbaikan berkala menjadi solusi sementara di lokasi yang tidak memungkinkan pelebaran.

Berita Terkait :  Babinsa Koramil Kudu Jombang Pupuk Nasionalisme Siswa SD Lewat Wasbang

Program perbaikan akses jalan oleh DPU Bina Marga Jawa Timur menunjukkan strategi pragmatis, menggabungkan rekonstruksi dan pemeliharaan berkala sambil merencanakan pelebaran di titik-titik strategis apabila kendala lahan bisa diatasi melalui koordinasi.

Dengan demikian, harapan pemerintah daerah adalah akses yang lebih nyaman dan aman akan mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal di berbagai penjuru Jawa Timur. [aya.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!