DPRD Jatim, Bhirawa – Tragedi kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, yang menewaskan lima orang dan memaksa ratusan penumpang dievakuasi, memantik perhatian serius DPRD Jawa Timur.
Komisi D DPRD Jatim mendesak pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi laut agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
KMP Mutiara Sentosa II merupakan kapal jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang melayani rute reguler Surabaya-Makassar. Kapal dilaporkan mengalami kebakaran sekitar pukul 07.00 WIB saat berlayar di Perairan Utara Sumenep.
Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Abdul Halim, menyampaikan meski berdasarkan informasi awal kapal disebut telah memenuhi standar keselamatan, termasuk ketersediaan pelampung, Abdul Halim menegaskan penyebab pasti kebakaran harus menunggu hasil investigasi resmi. Dugaan sementara menyebut api berasal dari sebuah truk bermuatan plastik yang berada di dalam kapal.
“Kita tidak boleh berspekulasi. Dugaan sementara memang mengarah ke truk bermuatan plastik, tetapi penyebab pasti harus diungkap melalui investigasi yang menyeluruh oleh pihak berwenang,” tegasnya.
Menurutnya, tragedi tersebut harus menjadi momentum memperkuat budaya keselamatan pelayaran. Ia menilai keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab operator kapal, tetapi juga seluruh pengguna jasa transportasi laut.
“Perusahaan pelayaran harus memastikan seluruh standar keamanan dipenuhi, sementara penumpang juga wajib mematuhi prosedur keselamatan. Semoga musibah seperti ini tidak kembali terjadi,” katanya.
Pada kesempaan tersebut Hali, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut. Atas nama pribadi maupun sebagai wakil masyarakat Madura, ia mendoakan para korban meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
“Saya atas nama pribadi dan sebagai wakil masyarakat Madura di Provinsi Jawa Timur menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Abdul Halim, Senin (3/8).
Berdasarkan laporan yang diterimanya, hingga Senin pagi terdapat lima korban meninggal dunia, sementara ratusan penumpang berhasil diselamatkan. Ia berharap proses pencarian yang masih dilakukan tim SAR membuahkan hasil terbaik.
“Kita semua berdoa agar saudara-saudara kita yang masih dalam pencarian segera ditemukan, mudah-mudahan dalam keadaan selamat,” katanya.
Politikus Gerindra ini juga memberikan apresiasi kepada Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, para nelayan, serta relawan yang sejak awal berjibaku mengevakuasi korban.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh petugas dan relawan. Semoga seluruh personel yang bertugas selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan hingga operasi ini selesai,” tuturnya.
Senada dengan Abdul Halim, Anggota Komisi D DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Abrari, juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Politikus asal Sumenep itu menyebut insiden tersebut menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan terhadap armada yang beroperasi.
“Semoga para korban yang meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami juga mendoakan seluruh korban yang berhasil diselamatkan segera pulih, baik secara fisik maupun psikis,” ujar Abrari.
Abrari menegaskan setiap kapal yang akan berlayar harus melalui pemeriksaan secara ketat guna memastikan seluruh aspek kelayakan dan keselamatan telah terpenuhi.
“Kami berharap seluruh kapal diperiksa secara menyeluruh sebelum berlayar. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep telah meminta Bupati Sumenep memberikan bantuan maksimal kepada seluruh pihak yang terdampak musibah tersebut. Selain itu, ia meminta koordinasi aktif terus dilakukan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sumenep, serta seluruh instansi terkait agar proses pencarian, evakuasi, hingga pelayanan kepada korban berjalan optimal.
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 yang berlayar dari Surabaya menuju Makassar terbakar di perairan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8/2026). Sebanyak 236 penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi, namun lima orang dinyatakan meninggal dunia.
Hingga Senin (3/8/2026), tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian karena jumlah korban yang dievakuasi masih terus dicocokkan dengan data manifes penumpang.
Tragedi ini menjadi sorotan berbagai pihak dan diharapkan menjadi momentum evaluasi besar terhadap sistem keselamatan transportasi laut di Indonesia, mulai dari pemeriksaan armada, pengawasan muatan, hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. [geh.gat]


