26.7 C
Sidoarjo
Monday, August 3, 2026
spot_img

Membumikan Tradisi dan Toleransi Tengger Lewat Perayaan Yadnya Karo Bagi Generasi Muda

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa. – Perayaan Yadnya Karo tidak hanya menjadi ritual adat masyarakat Suku Tengger, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya leluhur. Nilai tersebut tampak dalam rangkaian peringatan Yadnya Karo di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/8).

Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata kawasan Bromo, masyarakat Tengger berupaya menjaga agar tradisi yang telah diwariskan turun-temurun tidak luntur. Salah satunya dengan melibatkan anak-anak sekolah dalam berbagai rangkaian kegiatan adat sehingga mereka memahami makna budaya yang hidup di lingkungan tempat tinggalnya.

Pelaksana Tugas Harian Kepala SDN Sapikerep 1, Agus Priyanto mengatakan, keterlibatan siswa dalam perayaan Yadnya Karo merupakan bagian dari pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab mengenalkan adat istiadat kepada peserta didik sejak dini.

”Kami ingin menjadikan Yadnya Karo sebagai pembelajaran bagi anak-anak bahwa ritual ini merupakan bagian dari budaya yang harus terus dilestarikan,” ujarnya.

Agus menjelaskan, SDN Sapikerep 1 memiliki siswa dengan latar belakang agama yang beragam, mulai Hindu, Islam hingga Kristen. Meski demikian, seluruh siswa dilibatkan untuk mengenal budaya Tengger sebagai identitas daerah tanpa memandang perbedaan keyakinan.

”Kami berharap baik siswa yang beragama Muslim, Hindu maupun Nasrani mengetahui adat istiadat dan budaya daerahnya, sehingga budaya ini tidak luntur dan dapat terus dilestarikan oleh generasi berikutnya,” katanya.

Berita Terkait :  Kunjungi SMPTAG, DPR RI Pastikan Dukung Pemerintah untuk Sekolah Swasta

Yadnya Karo merupakan salah satu upacara adat terbesar masyarakat Tengger yang digelar setiap tahun sebagai ungkapan syukur atas kehidupan, hasil bumi, serta permohonan keselamatan bagi seluruh warga.

Tradisi ini juga menjadi wujud penghormatan kepada leluhur sekaligus menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Hyang Widhi. Rangkaian Yadnya Karo di Desa Sapikerep tahun ini berlangsung sejak pertengahan Juli hingga awal Agustus dengan berbagai prosesi adat, termasuk bersih desa, tumpeng ageng, hingga nyadran.

Selain prosesi adat, kesenian tradisional turut menjadi bagian penting dalam perayaan. Tari Lengger atau Tayub kembali ditampilkan sebagai bagian dari tradisi yang telah hidup di masyarakat Tengger selama bergenerasi.

Pesinden asal Malang, Dewanda Maharani, menilai keterlibatan anak-anak dalam menyaksikan pertunjukan menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman.

”Saya senang sekali karena melalui kegiatan ini budaya tayub, khususnya di Tengger, bisa terus dilestarikan dan dikenal anak-anak,” ujarnya.

Menurut Dewanda, minat generasi muda terhadap seni tradisi sebenarnya masih cukup besar. Ia menyebut di Malang telah muncul calon-calon pesinden dari kalangan pelajar, bahkan sebagian masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah. Namun, keterbatasan waktu karena masih bersekolah membuat mereka belum banyak tampil di berbagai pertunjukan.

Dewanda berharap, semakin banyak ruang yang diberikan bagi generasi muda untuk belajar dan tampil sehingga kesenian tradisional tidak kehilangan penerusnya.

Berita Terkait :  Sejahterakan Petani, Kementerian PU Integrasikan Layanan Irigasi 53 Bendungan Tuntas dan 15 On Going

Di kawasan Bromo, Yadnya Karo tidak hanya menjadi ritual keagamaan masyarakat Tengger, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperlihatkan kehidupan masyarakat yang tetap menjaga tradisi di tengah berkembangnya industri pariwisata. Pelestarian budaya melalui pendidikan dan regenerasi pelaku seni dinilai menjadi kunci agar identitas masyarakat Tengger tetap terjaga di masa mendatang. [fir.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!