Pemprov Jatim, Bhirawa. – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia dan ASEAN, H.E. Mr. Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi, Senin (3/8). Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menindaklanjuti sejumlah kerja sama strategis di bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan, kebudayaan hingga pengembangan smart city.
Khofifah mengatakan, pembahasan yang dilakukan berlangsung produktif dengan fokus pada penguatan hubungan antara Jawa Timur dan Maroko di berbagai sektor.
”Banyak pembahasan yang sangat produktif kami lakukan, mulai sektor perdagangan, industri manufaktur, agro, perikanan hingga pendidikan melalui program beasiswa ke Maroko. Banyak hal strategis lainnya yang juga akan ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama,” ujar Khofifah.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan Maroko telah terjalin erat sejak Konferensi Asia Afrika. Kedua negara memiliki semangat yang sama dalam memperjuangkan kedaulatan dan kemerdekaan.
”Kerja sama Indonesia dan Maroko sudah sangat lama. Bahkan Presiden Soekarno pernah melakukan kunjungan ke Kerajaan Maroko pada tahun 1960. Ini menjadi fondasi yang kuat untuk mempererat hubungan kedua belah pihak,” katanya.
Khofifah juga menyoroti sejarah panjang kemajuan pendidikan dan pemberdayaan perempuan di Maroko. Ia menyebut nama Fatima Al Fihri dan Maryam Al Fihri sebagai dua tokoh Muslimah yang mendirikan pusat pendidikan Islam di Kota Fes pada abad ke-9.
”Saya menyampaikan kepada Yang Mulia Duta Besar bahwa Fatima Al Fihri dan Maryam Al Fihri merupakan sosok perempuan luar biasa yang mendirikan masjid sekaligus perguruan tinggi yang memiliki sejarah sangat kuat. Ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan di sektor pendidikan di Maroko sudah sangat maju sejak berabad-abad lalu,” ungkapnya.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dubes Maroko sekaligus mengucapkan terima kasih atas perhatian dan ungkapan belasungkawa Pemerintah Maroko terhadap musibah tenggelamnya kapal Mutiara Santosa II.
Ia menyampaikan proses evakuasi masih terus dilakukan. Hingga kini lima korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, salah satunya merupakan warga Tulungagung.
Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia dan ASEAN HE Mr Redouane Houssaini menyampaikan apresiasinya atas kepemimpinan Khofifah dalam memajukan Jawa Timur.
Menurut Mr Redouane Houssaini, pertemuan itu menghasilkan kesepahaman untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, mulai ekonomi, perdagangan, pertukaran budaya, pendidikan hingga pengembangan smart city antara Surabaya dan Kota Tangier.
”Kami mendiskusikan peluang kerja sama antara Maroko dan Jawa Timur dalam bidang ekonomi, perdagangan, pertukaran budaya, pendidikan, serta kemitraan smart city. Kami memiliki banyak kesamaan dan sedang menyusun kerangka kerja sama ke depan agar menjadi win-win cooperation,” katanya.
Mr Redouane Houssaini menambahkan, Maroko juga menawarkan Program Beasiswa bagi pelajar asal Jawa Timur yang saat ini tengah dipersiapkan melalui nota kesepahaman (MoU).
”Indonesia dan Maroko memiliki sejarah serta ikatan yang kuat dalam bidang kebudayaan dan pendidikan. Kami ingin memperkuat hubungan itu melalui kerja sama yang lebih konkret. Hari ini kami juga telah menyepakati beberapa kerja sama strategis,” tandasnya. [ina.fen]


