27.8 C
Sidoarjo
Monday, August 3, 2026
spot_img

Khofifah dan Pjs Gubernur BI Destry Damayanti Dorong SIKAP Jadi Laboratorium Inovasi dan Ketahanan Pangan

Kota Malang, Bhirawa. – Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) terus diperkuat sebagai media membangun budaya inovasi sekaligus menanamkan ketahanan pangan di lingkungan sekolah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, melalui program ini peserta didik tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga dibiasakan berpikir kreatif, mencari solusi, dan melahirkan inovasi dari potensi yang dimiliki sekolah.

Penegasan tersebut disampaikan Khofifah saat mendampingi Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti dalam Forum Bank Indonesia Mengajar 2026 sekaligus meninjau implementasi Program SIKAP di SMAN Taruna Nala Jawa Timur, Kota Malang, Jumat (31/7).

Menurut Khofifah, pembiasaan berinovasi harus dimulai sejak di bangku sekolah. Program SIKAP menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas melalui pemanfaatan lahan dan berbagai media tanam yang tersedia di lingkungan sekolah.

“Anak-anak harus dibiasakan untuk dapat berinovasi, bagaimana mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi. Itu bisa dimulai melalui implementasi Program SIKAP dengan berkompetisi memanfaatkan lahan dan media tanam yang ada di sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, SIKAP mendorong seluruh warga sekolah untuk berinovasi sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan. Berbagai inovasi yang lahir dari pemanfaatan lahan sekolah diharapkan mampu menjadi solusi sederhana yang berdampak nyata bagi lingkungan.

“Anak-anak dan seluruh warga sekolah didorong untuk dapat berinovasi sekaligus berupaya mewujudkan ketahanan pangan. Dari pemanfaatan lahan dan media tanam akan lahir inovasi-inovasi baru dalam implementasi Program SIKAP,” katanya.

Berita Terkait :  Lembaga Penjamin Simpanan Gelar Monas Half Marathon Minggu 15 Jumi 2025

Khofifah menegaskan, penguatan ketahanan pangan nasional tidak selalu harus dimulai dari lahan pertanian berskala besar. Lingkungan sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran yang efektif melalui pendidikan, pembiasaan, dan inovasi.

Program SIKAP, lanjutnya, juga merupakan bentuk dukungan dunia pendidikan terhadap program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain menghasilkan bahan pangan, program ini membentuk karakter peserta didik agar mandiri, produktif, dan peduli terhadap lingkungan.

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah melihat langsung berbagai inovasi yang dikembangkan SMAN Taruna Nala, mulai dari budidaya cabai, terong, bunga kol, tanaman padi menggunakan media galon bekas, hingga budidaya ikan lele. Khofifah juga menanam bibit pohon nangka di dalam pot, sedangkan Destry Damayanti menanam bibit pohon mangga.

Khofifah berharap seluruh warga sekolah terus menjaga dan mengembangkan berbagai tanaman maupun budidaya yang telah dibangun agar hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan sekolah. “Ketahanan pangan tidak harus dilakukan pada lahan yang luas, tetapi bisa dimulai dari lahan yang ada di sekitar dengan memanfaatkan media tanam yang tersedia. Ini menjadi salah satu upaya membangun ketahanan pangan dari lingkungan sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti mengapresiasi implementasi Program SIKAP di SMAN Taruna Nala. Menurutnya, inovasi yang dikembangkan sekolah sangat relevan dengan upaya menjaga stabilitas pangan dan mengendalikan inflasi. “Program SIKAP ini sesuai dengan upaya kami dalam mengantisipasi inflasi dari sektor pangan. Saya kagum melihat inovasi yang dikembangkan di tingkat SMA,” ujarnya.

Berita Terkait :  Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Dituntut Enam Tahun Penjara

Kepala SMAN Taruna Nala Jawa Timur Husnul Chotimah mengatakan implementasi Program SIKAP melibatkan seluruh warga sekolah. Lahan yang tersedia dibagi ke dalam sepuluh kelompok yang terdiri atas guru, tenaga kependidikan, siswa, serta unsur TNI Angkatan Laut untuk mengembangkan berbagai inovasi budidaya tanaman dan perikanan.

Setiap kelompok nantinya mempresentasikan hasil pengelolaan lahannya sebagai bentuk evaluasi sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru. Menurut Husnul, pola tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya berinovasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat keberhasilan Program SIKAP.[ina,mut.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!