28.3 C
Sidoarjo
Saturday, July 11, 2026
spot_img

Juara Bridge Balikpapan Open Tournament Belum Terima Uang Hadiah, Honor Panitia Belum Cair

Surabaya, Bhirawa

 Juara 2 di event Bridge Balikpapan Open Tournament (BBOT)  BTC mengaku kecewa dengan kinerja pihak panitia penyelenggara (Panpel), sebab hingga berita ini diturunkan, Sabtu (11/7) pihak BTC belum menerima hadiah  sebesar Rp 30 juta. Bahkan honor panitia atau perangkat pertandingan juga belum cair. Padahal event yang diikuti peserta dari luar negeri itu sudah digelar pada 12-14 Juni di Hotel Grand JatradanBalikpapan Superblock (BSB).

 Menurut Ronny Eltanto selaku Kapten BTC, hingga saat ini ia belum menerima hadiah dari pihak Panpel. Sebab selama mengikuti event baru pertama kali ia mengalami hadiah yang menjadi hak para juara belum diterima.

 “Ya mangkel (kecewa) karena baru pertama kali ini saya mengalaminya, bahkan saya dengar ada beberapa perangkat pertandingan atau panitia juga belum terima honor,” katanya saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (11/7).

 Ia juga sudah beberapa kali menghubungi ketua Panpel Oktavianus Batara, namun hanya mendapatkan janji dan hingga saat ini uang hadiah itu belum terealisasi. “Terakhir saya menghubungi Oktavianus Batara tanggal 3 Juli,” Ronny yang juga pemain senior bridge Jatim itu.

 Lebih  lanjut Ronny mengatakan, dari keterangan Oktavianus Batara, pihak panpel belum bisa mencairkan hadiah itu karena dana dari beberapa sponsor belum cair. “Alasannya mereka karena sponsor ada yang belum cair. Kalau di pending seminggu itu masih wajar tapi  ini sudah hampir sebulan. Harusnya dana sponsor itu cair sebelum pertandingan,” katanya.

Berita Terkait :  Daftar tim yang lolos ke 16 besar Liga Champions 2025/26

 Dihubungi terpisah CEO atau owner BTC, Thoriq Alkatiri membenarkan kalau pihaknya hingga saat ini belum menerima hadiah dari Panpel. Ia berharap masalah ini segera diselesaikan karena membawa nama baik daerah yakni Balikpapan.

Apalagi event ini di buka oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma W, mewakili Wali Kota Balikpapan yang berhalangan hadir. Bahkan kejuaraan berhadiah total Rp250 juta itu juga diikuti atlet dari luar negeri yakni Filipina dan Singapura.

 “Jauh-jauh kita ikut BBOT itu karena ingin bridge berkembang di semua daerah di Indonesia. Kalau kita hitung nilai hadiah dengan biaya (akomodasi dan transportasi) ke Balikpapan tidak ketemu, tapi kita tetap berangkat untuk menghargai undangan dari pihak Panpel ,” kata Thoriq.

Ia juga menkhawatirkan dampak dari masalah ini bisa merembet ke event yang digelar di Kalimantan. “Rencananya ada kejuaraan Bridge di Samarinda dan Kalimantan Barat, khawatirnya peserta batal mengikuti dua event itu karena masalah ini,” katanya.

 Sementara itu salah satu perangkat pertandingan saat dihubungi melalalui telepon genggamnnya mengaku hingga saat ini ia belum menerima honor. Ia juga berharapa para sponsor segera mencairkan dana agar hadiah dan honor panitia atau perangkat pertandingan bisa segera cair. “Semua panitia atau perangkat pertandingan belum terima honor, bahkan semua juara juga belum menerima hadiah berupa uang,” kata narasumber yang menolak untuk disebutkan namanya itu.

Berita Terkait :  Risiko Dibekukan IOC, Mahasiswa S2 Unesa Kritik Permenpora Nomor 14

 Sementara itu Ketua Panpel BBOT Oktavianus Batara saat dihubungi untuk konfirmasi terkait masalah ini, handpone tidak aktif. wwn

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!