27.8 C
Sidoarjo
Thursday, July 2, 2026
spot_img

Dies Natalis ke-13 Unusa, Fokus Transformasi Kampus Berkelanjutan


Surabaya, Bhirawa – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengadakan Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-13 di Auditorium Lantai 9, Kampus B Unusa Jemursari.

Perguruan tinggi memiliki peran sebagai penggerak utama pembangunan berkelanjutan, melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) tidak boleh berhenti sebagai konsep, tapi diwujudkan pada kebijakan serta aksi nyata memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, Kamis (2/7).

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN.Eng. mengatakan berhasil mencatatkan prestasi internasional dengan menembus posisi 86 besar dunia pada THE (Times Higher Education) Impact Ranking untuk kategori SDG 3 (Good Health and Well-Being).

“Unusa tahun ini bisa berhasil mendapatkan prestasi pada internasional dengan menembus posisi 86 besar dunia pada THE (Times Higher Education) Impact Ranking untuk kategori SDG 3 (Good Health and Well-Being), itu menempatkan Unusa pada posisi ketiga nasional setelah Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Airlangga (Unair),” jelasnya.

Lanjut Prof. Tri Yogi mengukapkan bahwa momentum harlah tahun ini difokuskan pada transformasi kampus menuju perguruan tinggi yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Pada kesempatan disnatalis Unusa tahun ini menghadirkan Tri Rismaharini untuk memberikan orasi ilmiah mengenai lingkungan hidup dan keberlanjutan, dimana beliau sebagai pakar yang sukses menata Kota Surabaya menjadi kota yang bersih dan diakui secara nasional,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Evaluasi Dapur MBG, Pemkot Probolinggo Perketat Pengawasan

Prof. Tri Yogi menjelaskan bahwa pentingnya konsep kolaborasi triple helix kerja sama erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri seperti yang diterapkan di California, AS.

“Jawa Timur memiliki banyak perguruan tinggi bagus, Unusa menawarkan kepada pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi ini supaya bersinergi meningkatkan taraf hidup masyarakat,” pungkas Rektor.

Sementara itu, mantan Wali Kota Surabaya periode (2010-2020), Tri Rismaharini menyampaikan perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat penting dalam menghasilkan sumber daya manusia, teknologi, dan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan, mulai dari kemiskinan, kesehatan, pendidikan, perubahan iklim, hingga penguatan tata kelola pemerintahan.

“Keberhasilan pembangunan berkelanjutan, dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama, perguruan tinggi jadi salah satu aktor utama sebab memiliki kekuatan pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Risma menceritaka pengalaman memimpin Kota Surabaya dan ketika menjabat Menteri Sosial, dimana berbagai persoalan pembangunan tidak dapat diselesaikan secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi.

“Kolaborasi jadi kunci untuk mempercepat pencapaian target-target SDGs, sekaligus pastikan setiap kebijakan mampu memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan,” katanya.

Risma berharap keberhasilan tidak berhenti pada raihan pemeringkatan, tapi terus menjadi kontribusi nyata untuk masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, penguatan lingkungan hidup, serta pemberdayaan masyarakat.

“Saya Berharap seluruh perguruan tinggi terus perluas jejaring kemitraan di tingkat nasional maupun internasional supaya inovasi dihasilkan bisa memberikan dampak yang lebih luas terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait :  “Pesta Perut” 2025, Festival Kuliner Kolaboratif Mahasiswa UNTAG Sukses Tarik Ribuan Pengunjung

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!