27.8 C
Sidoarjo
Thursday, July 2, 2026
spot_img

Megalodon Aquatic Club Tuban Antar Atlet Binaan Raih Juara O2SN Jatim


Tuban, Bhirawa – Kiprah Megalodon Aquatic Club Tuban (MACT) kembali menunjukkan hasil positif. Klub renang pembinaan prestasi asal Kabupaten Tuban itu berhasil mengantarkan salah satu atlet binaannya, Salwa Kaysa Adnafika, meraih Juara 1 cabang olahraga renang putri Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD tingkat Provinsi Jawa Timur di Surabaya.

Capaian tersebut menjadi prestasi penting bagi MACT, mengingat Salwa menjadi atlet pertama klub yang berhasil menembus level nasional sejak klub berdiri pada 2022.

Ketua sekaligus pelatih MACT, Arinda Ayu, mengatakan keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembinaan panjang yang dibangun secara konsisten sejak awal berdirinya klub (2/7).

Ia menjelaskan, MACT didirikan dengan tujuan membangkitkan kembali gairah prestasi cabang olahraga renang di Kabupaten Tuban yang sempat mengalami masa vakum cukup lama.

“Dulu, saat saya masih menjadi atlet renang, cabang ini menjadi salah satu unggulan di Tuban. Karena itu, kami ingin menghidupkan kembali semangat prestasi sekaligus menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Saat ini, MACT membina sebanyak 95 atlet dengan dukungan 8 pelatih aktif. Sistem latihan dibagi dalam beberapa kelas, mulai dari Fundamental Class yang dipusatkan di Kolam Renang Manunggal Sport Center, hingga Moderate, Advance, dan Achievement Class yang dilaksanakan di Kolam Renang Bektiharjo.

Menurut Arinda, visi utama MACT adalah mencetak atlet-atlet berprestasi mulai tingkat daerah hingga internasional melalui sistem pembinaan jangka panjang yang terstruktur dan berbasis sport science.

Berita Terkait :  Ratusan Peselam Bakal Berlomba di Pasuruan Finswimming Championship 2025

“Pembinaan atlet tidak bisa instan. Kami menggunakan sistem Long Term Athlete Development (LTAD), jadi setiap atlet dibentuk melalui tahapan yang jelas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Salwa sendiri mulai bergabung dengan MACT pada tahun 2023 saat memasuki kelas III SD. Dalam waktu relatif singkat, perkembangannya dinilai cukup pesat hingga akhirnya mampu menjadi juara di tingkat provinsi. “Salwa berkembang sesuai tahapan pembinaan di klub, dan progresnya cukup cepat. Ini menunjukkan bahwa proses latihan yang disiplin memberikan hasil,” tambah Arinda.

Meski demikian, MACT masih menghadapi tantangan dalam pembinaan atlet, terutama terkait fasilitas latihan. Arinda menyebut, keterbatasan kolam renang standar 50 meter di Tuban menjadi kendala utama, mengingat kebutuhan latihan yang terus meningkat seiring bertambahnya klub dan atlet renang di daerah.

“Tuban membutuhkan fasilitas kolam standar yang lebih memadai untuk menunjang pembinaan atlet renang secara optimal,” katanya.

Selain pembinaan di klub, Arinda menegaskan bahwa keberhasilan atlet tidak lepas dari dukungan keluarga dan sekolah. Menurutnya, peran orang tua sangat vital dalam menjaga konsistensi latihan, sementara sekolah memiliki peran penting dalam memberikan dukungan akademik dan dispensasi saat atlet mengikuti kejuaraan.

Ke depan, MACT menargetkan dapat terus mencetak atlet-atlet berprestasi dan membawa nama Tuban ke level yang lebih tinggi. “Target kami adalah terus konsisten mencetak prestasi, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional, khususnya untuk membawa nama baik Kabupaten Tuban,” pungkasnya. [hud.wwn]

Berita Terkait :  Susun Strategi Porprov Jatim 2027, KONI Sidoarjo Undang Monev dan Cabor

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!