Surabaya, Bhirawa – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menembus peringkat 401-600 dunia pada Times Higher Education (THE) Sustainable Impact Ratings 2026 secara keseluruhan.
Capaian tersebut pada penilaian terhadap kontribusi universitas pada mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), dan Unesa mencatat kenaikan signifikan pada sejumlah indikator SDGs, pada SDG 5 (Gender Equality), Unesa menempati peringkat ke-38 dunia. Sementara itu, pada SDG 4 (Quality Education), Unesa berada di kelompok peringkat 101-200 dunia, dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) berhasil menempati peringkat 201-300 dunia, Kamis (2/7).
Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan., M.Kes., mengukapkan prestasi tersebut kerja keras seluruh jajarannya sehingga peringkat Unesa terus menanjak di tingkat dunia. “Keberhasilan bukan menjadi titik akhir, melainkan pijakan untuk mencapai target yang lebih tinggi pada pemeringkatan berikutnya, pemeringkatan lembaga memerlukan keterlibatan seluruh unit kerja, setiap fakultas, direktorat, lembaga, hingga pusat studi didorong mendokumentasikan berbagai program yang memiliki dampak terhadap pencapaian SDGs supaya dapat dilaporkan secara optimal,” jelasnya.
Cak Hasan sapaan akrabnya menjelaskan bahwa ke depan Unesa targetkan masuk kelompok peringkat 300-400 dunia dengan mengoptimalkan berbagai indikator, terutama SDG 17 melalui penguatan kemitraan, sekaligus meningkatkan capaian pada SDGs lainnya.
Direktur Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah Unesa, Prof. Nadi Suprapto, M.Pd., Ph.D., menyampaikan capaian merupakan hasil strategi pemetaan data yang dilakukan secara sistematis, dimana setiap potensi serta keunggulan kampus dipetakan menjadi formula yang jadi dasar penyusunan berbagai program dan pelaporan indikator pemeringkatan internasional.
“Pada pemetaan kemudian disusun formula sehingga keunggulan kampus terlihat secara jelas dalam setiap indikator yang dinilai, satu kekuatan utama Unesa terletak pada aspek kesetaraan gender,” ungkapnya.
Lanjut Prof. Nadi menambahkan program mendukung pemberdayaan perempuan dan inklusivitas telah berjalan secara konsisten, mulai dari kegiatan yang melibatkan civitas academica perempuan sampai program yang dijalankan melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan unit-unit terkait di lingkungan kampus.
“Bidang pendidikan berkualitas menjadi fondasi penting Unesa terus memperkuat kualitas pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Unesa, Dr. Bambang Sigit Widodo, M.Pd., menambahkan kontribusi lain turut mendongkrak Unesa dari sektor pertumbuhan ekonomi, melalui berbagai unit usaha, program pemberdayaan masyarakat, hingga pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Unesa menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Program tersebut jadi bukti aktivitas akademik kampus mampu berjalan berdampingan dengan pembangunan ekonomi masyarakat, program ini terus diperkuat, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan lembaga, civitas, tetapi juga masyarakat,” imbuhnya. [ren.wwn]


