27.8 C
Sidoarjo
Friday, July 3, 2026
spot_img

Menjadi Lansia di Tahun Emas 2045

Oleh :
M Chairul Arifin
Penulis Senior, Purnabakti Kementan, Alumni Unair
.

Saat ini Indonesia sudah memasuki fase ageing population penduduk yang menua karena jumlah penduduk Lansia nya sudah mencapai lebih dari 10 persen dari, total penduduknya . Hasil Survei Antar Penduduk (SUPAS) Tahun 2025 Badan Pusat Statistk.

Hasilnya menunjukkan bahwa penduduk Lansia ini sudah mencapai 10.7 persen dari jumlah penduduk nya di tahun 2020 merangkak naik men jadi 12,6 persen di tahun 2025 terus meningkat menjadi 19,8 persen pada tahun 2045 kelak saat Indonesia 100 tahun atau Indosia Emas Ini berarti

satu dari lima penduduk Indonesia a terdapat Lansia. Penduduk Lansia adalah mereka yang berumur 60 tahun keatas.

Kecendrungan Indonesia nampaknya mengikuti kecenderungan dI negara

maju lainnya terutama Singapura, Korea Selatan, Jepang dan China dI Kawasan Asia dan bahkan mengikuti negara di Eropa Barat seperti negara Scandinavia, Inggris, Belgia. Belanda dan dan Denmark.

Pemerintah di negara maju tersebut malah sekarang;lebih dihadapkan kepada semakin malasnya penduduk disana karena semakin malasnya perempuan dan laki laki dewasa ntuk melahirkan dan merawat si kecil . Dengan situasi seperti ini mengakIbatkan prioporsi usia produktif semakin menyusut tergantikan usia yang lebih tua atau struktur kependuukànya semakin menua.

Agak sedikit berbeda di Indonesia, malahan punya anak cepat cepat lebih membuat keluarga besar senang. Berbeda konsep keluarga antara keduanya Konsep keluarga pada mereka di kenal sebagai kelurga Inti (nucleus family) yang isinya ayah ibu dan anak. Sedangkan di Indonesia malahan biasanya terdapat nenek, kakek, anak dan istri! dan cucunya kali perlu nenampung anggota keluarganya laiknya entah keponakan atau sepupu (extended family) dalam suatu keluarga besar.

Berita Terkait :  Masa Tenang, Bawaslu Kota Probolinggo Tertibkan Alat Peraga Kampanye

Dari Angka SUPAS 2025 tersebut maka diperkirakan penduduk Lansia saat ini yang berumur 60 tahun sudah pada berpulang atau sebagian kecil dari mereka masih mampu menjadi penduduk cenentarian Indonesia yang sudah sangat tua dan rapuh pada 2045.Jumlah Pasti Penduduk yang berusia, 100 tahun (cenentarian) pasti belum dapat diperkirakan.Namun jumlah penduduk Lansia ini di satu pihak akan dapat menjadi beban berat bagi negara dan dilain pihak dapat pula menjadi pendorong besar terjadinya bonus demografi ke dua dalam neraca kependudukan Indonesia

Bonus demografi yang kedua adalah proporsi penduduknya berusia tua lebih besar dari pada usia produktif dengan, catatan parduduuk tua tersebut terap aktif produktif bagi lingkungannya. Saat ini kebetulan Indonesia telah memasuki fase penduduk dengan bonus deniografi yang pertama.

Adapun beberapa indikator penting adalah qenurunan angka kelahiran wanita tang bisa di bawah seperti banyak di alami suku-suku bangsa di Indonesia. Contohnya Propinsi JawaTngah ban Jawa Timur pada beberapa kabupaten dan kota sudah mulai kesulitan mencari murid baru SD dab Taman kanak-kanak.

Beban Negara?
Menjadi beban negara karena makin meningkatnya pembiayaan untuk kesehatan, sosial dan ekonomi. Selain mereka juga menderita berbagai penyakit katastropik seperti demensia. keterisoliran dan kesepian diantara Keluarganya yang berlangsung lama tanpa penjelasan yang berar( sembuh atau tidak.

Beban negara bertambah besar juga bila anggota keluarga yang punya anggota keluarga yang berkebutuhan khussus sampai dewasa

Berita Terkait :  KSOP Kelas IV Dukung Program Peningkatan Sinergitas Humas, Pers dan Media Bersama Ditjen Hubla

Perlakuan anggota keluarga untuk membatasi atau melarang warga Lansia aktif dan bergerak dalam kanal berbagai media sosial atau membaca surat kabar dan menulus itu juga sebenarnya tindakan yang keliru besar. Sebab berbagai kanal berita, surat kabar merupakaar, itu merupakan sarana atau wahana untuk proses learning warga Lansia (adult learning) Biasanya pendapat yang muncul adalah buat apa kan sudah tua kok masih bermain medsos. baca koran dan lainnya Itu pendapat sebagian masyarakat. Semakin diisolir makin tidak boleh aktif di berbagai kanal medsos surat kabar, najalah, membaca dan menulis Ini salah satu bentuk pelarangan dan pembatasan yang tidak benar dan mengada ada.

Justru warga Lansia itu harus didorong untuk tetap seaktif bermedia sosial dan membaca karena kalau tidak ada media mana mau mengambil pelajaran dari pengalaman mana? Atau bagaimana proses berpikir dapat berkembang pada seorang lansià,

Sebaliknya pemerintah selalu berupaya tetap menjaga kehidupan warga Lansia agar tetap sehat produkrif, mandiri dan bermartabat. Oleh karena pemerintah banyak pula membangun sekolah Tangguh Lansia di berbagai tempat untuk sekedar menunjukkan kehadirannya dalam merawat warga seniornya menjadi warga yang sehat aktif tetap aktif dan berperan besarr bagi lingkungan.

Kita boleh iri pada negara Australia yang begitu memperhatikan segala kemampuan warga lansia , marginal, kaum disabilitas dan berkebutuhan khusus sehingga mereka mampu berkembang sesuai potensi yang dimilikinhya Ekosistem telah terbangun dari sejak awal masyarakat tidak bingung dibuatnya

Berita Terkait :  Kritik Akan Berhenti, Apabila Pemerintah Diadili

Banyak warga yang telah Senior rajin dan aktif menulis Mereka menganggap dirinya bukan semata mata obyek pembangunan tetapi subyek pembangunan Menjadi relawan dan menjadi sumber informasi kebijakan bagi generas, berwira usaha, beternak bagI generasi yang membutuhkan pengalamannya.

Jadi menjadi Lansia di tahun Emas 2045 bukan sekedar menambah usia harapan hidup tetapi menciptakan Healthty Aging Population bagi lansia yang aktif dan bermartabat sampai akhirnya hayatnya

Pada akhirnya Indonesia Emas 2045 tdak hanya sekedar berupaya meningkatnya usia harapan hidup melainkan bagaimana menghadirkan bangsa yang lebih menghargai makna peran seorang lansia menjadi akhir hayat yang berdaulat.

————– *** —————-

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!