31.7 C
Sidoarjo
Thursday, July 2, 2026
spot_img

Tiga Tahun Tanpa Siswa, SDN 1 Batuporo Timur Ditutup dan Diminta Kembalikan Dana BOS

Sampang, Bhirawa – Polemik mengenai keberadaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, semakin terungkap. Sekolah tersebut diketahui telah bermasalah sejak tahun 2023, namun hingga tahun 2026 masih tercatat aktif dan tetap menerima penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta jatah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Atas kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang akhirnya melakukan evaluasi dan mengambil keputusan menutup sekolah tersebut.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Yusuf S.Pd, saat dikonfirmasi pada Kamis (2/7/2026) menyatakan bahwa penanganan terhadap kasus ini telah berlangsung cukup lama. Selain ditutup, sekolah juga telah dikenakan sanksi tegas.

“Tidak hanya ditutup, para guru pun sudah dipindahkan ke sekolah lain. Lebih lanjut, kepala sekolah dan bendahara diwajibkan mengembalikan dana BOS yang telah diterima selama tiga tahun terakhir. Hal ini dilakukan sesuai dengan rekomendasi dari Inspektorat Daerah,” jelasnya.

Yusuf menambahkan, karena pihak sekolah menunjukkan itikad baik untuk mengembalikan dana tersebut ke kas negara, maka permasalahan ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum pidana. Sementara untuk bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), penarikannya dilakukan langsung oleh siswa melalui rekening masing‑masing, sehingga menjadi tanggung jawab penerimanya.

Dari data awal yang tercatat dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sekolah tersebut tercatat memiliki 33 orang siswa dengan tujuh orang tenaga pendidik yang seluruhnya berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maupun PPPK paruh waktu.

Berita Terkait :  Dua Terduga Penikam Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara Ditangkap

“Namun setelah dilakukan pengecekan secara nyata saat proses penutupan, ternyata hanya terdapat tiga siswa yang benar‑benar terdaftar. Ketiganya kemudian dipindahkan ke sekolah dasar terdekat agar tetap dapat melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, kasus sekolah yang tidak memiliki siswa ini mencuat ke permukaan sejak Januari 2026 dan menjadi perbincangan luas. Berawal dari tersebarnya sebuah video berdurasi lebih dari tiga menit di grup percakapan masyarakat. Dalam video tersebut disebutkan bahwa SDN 1 Batuporo Timur tetap menerima jatah program Makan Bergizi Gratis meskipun tidak ada kegiatan belajar mengajar sama sekali karena kekurangan siswa. [lis.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!