Surabaya, Bhirawa – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) berhasil mengumpulkan delapan paten pada bidang inovasi dan hilirisasi hasil riset.
Pemberitahuan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI surat itu paten berjudul “Sistem Insinerator Pembakar Sampah Ramah Lingkungan Tanpa Asap” dengan Nomor menjadi paten kedelapan yang dikantongi Unusa, Inovasi tersebut ialah teknologi pengelolaan sampah ramah lingkungan, dimana sistem insinerator dirancang meminimalkan emisi asap sehingga lebih aman digunakan, sekaligus mendukung upaya menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, Selasa (30/6).
Rektor Unusa, Prof Tri Yogi Yuwono mengukapkan pencapaian delapan paten pada usia universitas yang relatif muda merupakan indikator berkembangnya budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus.
“Memasuki usia ke-13 merupakan fase bertumbuh, bersyukur pertumbuhan Unusa tidak hanya ditunjukkan oleh peningkatan jumlah mahasiswa, program studi, dan akreditasi, tapi lahirnya inovasi-inovasi yang memperoleh pengakuan dalam bentuk paten, Ini bukti riset di Unusa diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,”
Lanjut Prof Tri Yogi bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari proses hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan oleh dunia industri, pemerintah, maupun masyarakat luas.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Riset, Inovasi, dan Kekayaan Intelektual, Unusa, Dr. Fifi Khoirul Fitriyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan Unusa berkomitmen jadikan hasil riset dosen tidak berhenti pada publikasi maupun paten, tapi berlanjut hingga sampai produk inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sekarang telah memiliki delapan paten granted yang sedang dipersiapkan memasuki tahap hilirisasi melalui transfer technology office (TTO) agar siap diadopsi dan dipasarkan,” jelasnya.
Fifi menambahkan dukungan penuh pendanaan pengembangan produk serta insentif bagi para inventor sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mempercepat komersialisasi inovasi. “Berharap ini dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Unusa serta menghasilkan produk-produk unggulan yang berdaya saing dan berdampak bagi masyarakat maupun dunia industri,” tutunya. [ren.wwn]


