26.7 C
Sidoarjo
Tuesday, June 30, 2026
spot_img

Kampus Baru UIN Malang Picu Multiplier Effect Ekonomi di Kecamatan Dau


Kab Malang, Bhirawa – Kehadiran kampus baru Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di wilayah Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, terbukti menjadi game changer bagi peta perekonomian lokal. Kehadiran institusi pendidikan tinggi ini memicu dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang secara masif mengubah lanskap sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Transformasi di wilayah Kecamatan Dau yang semula dikenal sebagai wilayah pinggiran yang relatif tenang, kini bergeser menjadi pusat aktivitas pendidikan dan episentrum ekonomi baru di Malang Barat.

Sedangkan dampak yang paling signifikan dari kedatangan ribuan mahasiswa baru setiap tahunnya adalah melonjaknya permintaan hunian. Sehingga fenomena ini dimanfaatkan warga lokal dengan menyulap lahan atau hunian luas mereka menjadi bisnis indekos dan kontrakan. Sektor properti ini menjelma menjadi sumber pendapatan pasif (passive income) jangka panjang yang sangat menjanjikan bagi warga Dau.

Dampaknya tidak hanya sektor hunian saja, namun juga di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tumbuh subur guna menopang gaya hidup mahasiswa yang dinamis. Sehingga berbagai lini usaha baru kini menjamur di sepanjang jalur strategis di sekitar kampus, yang kini bermunculan warung makan hingga café modern yang berfungsi sebagai ruang kerja bersama (co working space) bagi mahasiswa. Selain itu, warga juga membuka jasa laundry kiloan, toko kelontong, hingga pusat fotokopi dan penyedia Alat Tulis Kantor (ATK) untuk kebutuhan perkuliahan.

Berita Terkait :  Bersama Pertamina Zona 11, RPS Latih Pelajar Manfaatkan AI

Dengan kehadiran kampus baru UIN Malang di wilayah Kecamatan Dau, hal ini dibenarkan, salah satu warga Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang Heru Sasmito, Selasa (30/6), kepada wartawan, bahwa kehadiran kampus baru di wilayah desanya telah mendongkrak nilai aset properti secara drastis. Sebelum proyek pembangunan kampus berjalan, mayoritas lahan di beberapa titik Kecamatan Dau merupakan lahan pertanian atau tegalan dengan nilai jual standar. Meski, kampus UIN Malang itu berada di dua wilayah, sebelah barat masuk wilayah Kota Batu dan sebelah timur masuk wilayah Kabupaten Malang.

Sehingga, jelas dia, kampus baru ini, juga membawa nilai strategis kawasan di sekitar kampus meningkat tajam, seperti harga tanah per meter persegi (m2) melonjak hingga beberapa kali lipat akibat tingginya permintaan pasar untuk pembangunan ruko, kos-kosan eksklusif, maupun perumahan komersial.”Meski dengan adanya kampus baru tersebut, maka berdampak besar pada roda perekonomian bergerak positif dan mendongkrak kesejahteraan warga. Sehingga lompatan pertumbuhan ini bukan tanpa ekses, karena kawasan Dau kini mulai dihadapkan pada sejumlah tantangan urbanisasi baru,” terangnya.

Selain memiliki dampak besar di berbagai sektor, kata Heru, juga memiliki dampak meningkatnya kepadatan lalu lintas pada jam-jam sibuk di jalur utama di wilayah sekitar Desa Sumbersekar, yang kini menjadi persoalan yang mulai sering dijumpai.

Selain itu, alih fungsi lahan yang masif dari area hijau menjadi kawasan terbangun juga memerlukan perhatian khusus terkait tata ruang dan daya dukung lingkungan. Secara keseluruhan, transformasi di Kecamatan Dau ini menjadi bukti nyata bagaimana sektor pendidikan tinggi mampu bertindak sebagai motor penggerak utama dalam mengakselerasi kesejahteraan wilayah. “Di wilayah Kecamatan Dau terdapat dua kampus yakni Universitas Ma Chung di wilayah Desa Karangwidoro dan UIN Malang di Desa Sumbersekar,” paparnya. [cyn.wwn]

Berita Terkait :  Siswa Bersama Pegawai UPT BLK Situbondo Ikuti Halal Bihalal 1447 H

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!