28.3 C
Sidoarjo
Thursday, June 25, 2026
spot_img

Kritik Aku Semampumu


Yusuf Rio Wahyu Prayogo – Pemerintah Kabupaten Situbondo kembali membuka ruang kritik untuk masyarakat. Lewat forum bertajuk “Kritik Aku Semampumu, Cintai Situbondo Sepenuhnya”,

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio mengajak publik untuk menyampaikan kritik, saran, hingga gagasan demi kemajuan daerah.

Kegiatan yang digelar Rabu (24/6/2026) malam di Paseban Alun-alun Situbondo itu bukan sekadar forum seremonial. Di hadapan masyarakat, Mas Rio memaparkan secara terbuka kondisi fiskal daerah, tantangan pembangunan, hingga sejumlah program prioritas yang sedang dan akan dijalankan Pemkab Situbondo.

Mas Rio menegaskan, pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kemampuan fiskal pemerintah. Ia menyebut, gerak pemerintah pada dasarnya bertumpu pada uang rakyat yang dikelola melalui APBD.

Karena itu, masyarakat juga perlu mengetahui kondisi keuangan daerah secara jujur dan terbuka.

“Pemerintah ini bergerak menggunakan pajak rakyat. Karena itu masyarakat harus tahu kondisi fiskal Situbondo seperti apa,” ujar Mas Rio.

Mas Rio kembali membeberkan kemampuan fiskal Situbondo dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, fiskal Situbondo hampir menyentuh Rp 2 triliun, lalu pada 2025 sebesar Rp 1,9 triliun, dan pada 2026 turun menjadi sekitar Rp 1,58 triliun. Dari jumlah itu, kata dia, sekitar separuh anggaran tersedot untuk belanja gaji pegawai.

“Tahun 2024 hampir menyentuh Rp 2 triliun, 2025 sekitar Rp 1,9 triliun, dan tahun 2026 tinggal Rp 1,58 triliun. Hampir separuhnya habis untuk gaji pegawai. Jadi ruang fiskal kita memang terbatas,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim

Karena itu, lanjut Mas Rio, pemerintah harus benar-benar selektif menentukan prioritas pembangunan. Salah satu yang dikejar adalah sektor infrastruktur melalui skema IJD atau Impres Jalan Daerah. Menurutnya, Jalan Lingkar Utara menjadi solusi agar persoalan jalan di kawasan perkotaan bisa segera diatasi.

“Melalui IJD, kami ingin mendorong Jalan Lingkar Utara sebagai solusi agar persoalan infrastruktur jalan di perkotaan bisa segera teratasi,” katanya.

Di sektor ekonomi, Mas Rio menekankan bahwa Situbondo tidak boleh hanya bergantung pada satu sektor. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi akan berbahaya jika hanya ditopang satu bidang, karena itu struktur ekonomi daerah harus diperkuat secara lebih merata melalui pertanian, perikanan, UMKM, perdagangan, hingga pariwisata.

“Pertumbuhan ekonomi itu berbahaya kalau hanya bertumpu pada satu sektor. Situbondo harus bergerak dengan banyak kaki: pertanian jalan, UMKM hidup, perikanan tumbuh, wisata bergerak, dan perdagangan kuat,” tegasnya.

Secara data, pertumbuhan ekonomi Situbondo memang menunjukkan tren positif. Pada 2021 pertumbuhan ekonomi tercatat 3,7 persen, kemudian naik menjadi 5,3 persen pada 2022, 4,9 persen pada 2023, 4,81 persen pada 2024, dan 5,28 persen pada 2025. Mas Rio menyebut angka 2025 itu bahkan berada di atas tingkat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Situbondo mencapai 5,28 persen. Ini di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi angka ini tidak boleh membuat kita puas, karena tugas kita adalah memastikan pertumbuhan itu dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Berita Terkait :  Pilih Jalur Politik Perjuangkan UMKM

Mas Rio juga mengungkapkan bahwa perputaran uang di Situbondo dalam setahun sebenarnya cukup besar, yakni sekitar Rp 2,8 triliun. Menurut dia, tantangan pemerintah adalah memastikan uang yang beredar itu benar-benar memberi dampak pada ekonomi lokal, bukan justru lebih banyak mengalir ke luar daerah.

“Uang yang berputar di Situbondo dalam satu tahun sekitar Rp 2,8 triliun. Pertanyaannya, apakah uang itu cukup banyak tinggal di Situbondo dan menghidupi warga Situbondo? Itu yang harus kita benahi,” katanya. [awi.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!