28.9 C
Sidoarjo
Tuesday, June 23, 2026
spot_img

DPRD Gresik Sidak Pelaksanaan TPA, Pastikan Proses Berjalan Transparan

Gresik, Bhirawa – Menyambut pelaksanaan tahap Tes Potensi Akademik (TPA) dalam rangka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berlangsung Rabu (24/6) mendatang, Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik akan melakukan pemantauan langsung. Tujuannya memastikan proses seleksi berjalan lancar, terbuka, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muhammad Saifudin, menyampaikan bahwa seluruh anggota komisi akan turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke wilayah daerah pemilihan masing-masing.

“Kami di Komisi IV akan melakukan sidak ke setiap dapil untuk memantau jalannya TPA secara langsung. Tujuannya agar prosesnya berjalan tertib dan baik,” ujarnya.

Ia menilai sistem TPA yang diterapkan saat ini sudah dirancang secara transparan. Nilai hasil tes dapat diketahui peserta secara langsung setelah ujian selesai, sehingga meminimalkan kemungkinan terjadinya kecurangan.

“Kami berharap siswa dapat mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh agar bisa masuk ke sekolah yang diinginkan. Selain itu, kami juga berharap Dispendik terus menyempurnakan sistem yang sudah baik ini,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik, Herawan Eka Kusuma, menjelaskan bahwa TPA ini diperuntukkan bagi lulusan SD/MI yang ingin mendaftar ke SMP Negeri. Materi tes meliputi tiga bidang, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, serta Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Pelaksanaannya menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dikelola langsung oleh Dispendik.

Berita Terkait :  Pj Wali Kota Mojokerto Ajak ASN dan Wali Murid Antar Anak di Hari Pertama

“Tes dilaksanakan di laboratorium komputer sekolah. Keunggulannya, begitu peserta selesai mengerjakan, nilainya langsung muncul secara otomatis,” jelasnya.

Penentuan kelulusan didasarkan pada peringkat nilai tertinggi. Jika ada peserta yang memiliki nilai sama, maka urutannya ditentukan berdasarkan usia yang lebih tua. Apabila usia pun sama, prioritas diberikan kepada yang lebih dulu mendaftar secara daring. Semua proses berjalan otomatis dalam sistem, sehingga hasilnya murni mencerminkan kemampuan peserta.

“Karena sudah berbasis sistem, tidak ada pengaturan manual. Nilai yang tinggi membuka peluang lebih besar, namun tetap bergantung pada kuota dan persaingan di masing-masing sekolah. Oleh karena itu, peserta perlu berusaha mendapatkan hasil terbaik,” pungkas Herawan. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!