Surabaya, Bhirawa.
Tim Patroli Air Terpadu Provinsi Jawa Timur kembali menggelar aksi susur sungai intensif di sepanjang aliran Kali Surabaya pada Senin (22/6). Patroli berkala ini difokuskan untuk memantau pembuangan limbah industri, mendata bangunan baru di bantaran, serta mengantisipasi munculnya titik tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di sepanjang sempadan sungai.
Patroli bersama ini melibatkan personel gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim, Perum Jasa Tirta (PJT) I, BBWS Brantas, Satpol PP, serta LSM lingkungan seperti KLH (Konsorsium Lingkungan Hidup) dan Garda Lingkungan. Menggunakan perahu motor, tim menyisir aliran sungai mulai dari kawasan hulu hingga hilir untuk melakukan inventarisasi dan pengawasan menyeluruh.
Dalam penyisiran kali ini, tim memantau langsung outlet pembuangan air limbah milik sejumlah perusahaan besar di kawasan industri seperti PT AP, dimana petugas memastikan kondisi air limbah tidak berbau, sehingga diputuskan untuk tidak melakukan pengambilan sampel (sampling).
Kemudian PT DYS, berdasarkan pemeriksaan di lokasi, kondisi limbah tidak berbau dan memiliki kadar pH dalam batas normal, sehingga tidak dilakukan pengambilan sampel. Dan PT DSG, tim mendapati pipa pembuangan industri ini tercampur langsung dengan aliran air sungai, sehingga tidak dilakukan pengambilan sampel di titik tersebut.
Selain fokus pada limbah industri, tim patroli mendeteksi adanya bangunan baru tanpa izin yang berdiri di bantaran sungai. Tidak hanya itu, petugas juga menemukan adanya titik pembuangan sampah baru di area sempadan.
”Salah satu perhatian serius tertuju pada Dusun Krajan, Kecamatan Wringinanom. Di lokasi itu, terdapat area yang berpotensi dijadikan tempat timbunan sampah yang dibakar oleh warga,” kata Koordinator Tim Patroli Air Jatim, Imam Rochani.
Guna mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut, Tim Patroli Air Jatim merencanakan pemasangan papan larangan di titik krusial tersebut agar area sempadan tidak dialihfungsikan menjadi tempat pembuangan sampah ilegal.
Penyisiran hulu-hilir ini juga memantau operasional dan kondisi lingkungan di sekitar fasilitas pemanfaatan air baku masyarakat. Petugas melakukan pengecekan di beberapa titik penting, meliputi PDAM Legundi, PDAM Dewata, PDAM Krikilan, hingga PDAM Cangkir guna memastikan pasokan air untuk warga tetap aman dari potensi cemaran luar.
”Data, nama lokasi, serta titik koordinat yang dihimpun selama susur sungai ini akan dicatat secara menyeluruh sebagai bahan evaluasi serta dasar koordinasi lanjutan antarinstansi dalam menjaga ekosistem Kali Surabaya,” tandas Imam. [rac.fen]


