Kota Probolinggo, Bhirawa
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Probolinggo mulai menerapkan pola baru dalam penguatan organisasi cabang olahraga (cabor) dengan melibatkan sejumlah anggota DPRD sebagai ketua maupun pembina cabor. Kebijakan tersebut ditegaskan bukan sebagai upaya membawa kepentingan politik ke dunia olahraga, melainkan strategi untuk memperkuat manajemen dan percepatan pembinaan prestasi.
Ketua KONI Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan, mengatakan keterlibatan legislator dalam kepengurusan cabor berangkat dari kebutuhan organisasi yang tengah melakukan regenerasi kepemimpinan. Sejumlah cabor diketahui memasuki masa akhir kepengurusan pada tahun ini sehingga membutuhkan figur yang dinilai memiliki kapasitas manajerial, jaringan luas, dan kepedulian terhadap pengembangan olahraga.
Saat ini sedikitnya lima anggota DPRD Kota Probolinggo dipercaya memimpin cabor. Mereka adalah Heri Poniman yang memimpin Muaythai, Saiful Iman sebagai Ketua Perbakin, Zainul Fatoni di Paramotor, Eko Purwanto sebagai Ketua Askot PSSI Kota Probolinggo, serta Sibro Malisi yang memimpin Perbasi.
Selain itu, beberapa legislator juga dipercaya menjadi pembina cabor, di antaranya Wakil Ketua I DPRD Abdul Mujib pada Persani, Dasno pada Pordasi, dan dr Evariani pada Percasi.
Menurut pria yang akrab disapa Iwan itu, keberhasilan pembinaan olahraga tidak hanya ditentukan kualitas atlet maupun pelatih. Kepemimpinan organisasi juga menjadi faktor penting dalam menggerakkan program kerja, memperluas jejaring, sekaligus membuka akses kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Yang kami lihat adalah kapasitas dan komitmen terhadap olahraga. Mereka memiliki pengalaman organisasi, dikenal masyarakat, serta mampu membangun komunikasi dengan berbagai stakeholder,” ujarnya.
Iwan menjelaskan, dalam praktiknya banyak kebutuhan cabor yang memerlukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, mulai penggunaan fasilitas olahraga, perizinan kegiatan, hingga sinkronisasi program pembinaan. Kehadiran figur yang memiliki kemampuan komunikasi dan jaringan yang baik dinilai dapat membantu mempercepat proses tersebut.
Di sisi lain, keberadaan tokoh publik di jajaran pengurus juga diyakini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap cabor. Hal itu penting untuk mendukung upaya pencarian sponsor, pengembangan pembinaan usia dini di sekolah, hingga membangun dukungan orang tua terhadap atlet yang sedang menjalani program latihan dan kompetisi.
KONI Kota Probolinggo sendiri menaungi 47 cabang olahraga. Iwan menyebut pola serupa terbuka diterapkan pada cabor lain yang akan melakukan pergantian kepengurusan, selama figur yang dipilih memenuhi kriteria dan memiliki orientasi yang sama dalam memajukan olahraga daerah.
“Tujuannya sederhana, bagaimana cabor bisa lebih kuat secara organisasi dan lebih maksimal dalam mengejar prestasi,” katanya.
Melalui penguatan kelembagaan tersebut, KONI berharap pembinaan atlet dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu mendongkrak capaian Kota Probolinggo pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur maupun berbagai kejuaraan tingkat nasional yang akan datang. [fir.wwn]


