Surabaya, Bhirawa
Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Surabaya jurusan Elektro Medik menggelar Pengabdian pada Masyarakat (Pengabmas) di Desa Balongdowo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (10/6). Di Desa Balongdowo ini Tim Pengabmas Poltekkes Surabaya memberikan edukasi mencegah animea dan pemenuhan gizi seimbang pada warga Masyarakat.
Tim Pengabmas Poltekkes Surabaya Diketuai Bedjo Utomo SKM MKes, dengan anggota Dwi Utari Widyastuti SST Mkes, Evi Yunita Nugrahini SST Mkeb dan Ani Intiyati SKM Mkes dibantu para mahasiswa Reza Saputra, Irdina Dhabitah Mirwanah, serta Fahri Wahyu Saputra.
Pengabmas Poltekkes Surabaya ini bertajuk ‘Strategi Peningkatan Kesadaran dan Kesehatan Ibu Hamil dan Anak Sekolah menggunakan pendekatan teknologi Edukasi Anemia dan Pemenuhan Gizi Seimbang’. Sedangkan Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia.
Berdasarkan data Asian Development Bank (ADB) tahun 2012 mencatat sekitar 22 juta anak di Indonesia terkena anemia, yang dapat menyebabkan penurunan angka kecerdasan intelektual sebesar 5 sampai 15 poin. Untuk menjawab tantangan ini, Tim Pengabmas Poltekkes Surabaya jurusan elektro medik menggelar Pengabmas di Desa Balongdowo, Kabupaten Sidoarjo dengan memberikan edukasi kepada masyarakat cara mencegah terserang animea.
Menurut Bedjo Utomo, metode yang digunakan dengan teknologi edukasi digital berupa modul, video, dan praktik penyusunan menu gizi seimbang, dengan sasaran ibu hamil, siswa SD, Kader Posyandu dan perangkat desa.
”Kami berharap, pendekatan yang kami berikan kepada warga masyarakat ini mampu meningkatkan kesadaran gizi, mencegah anemia pada ibu hamil, dan mendukung pencegahan stunting pada anak sekolah di Desa Balongdowo,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Balongdowo, Sidoarjo, Arif berharap, ilmu yang diberikan para dosen dan mahasiswa dalam Pengabmas ini dapat diterima dengan baik, serta dapat diterapkan oleh warga masyarakat, terutama ilmu tentang teknologi edukasi animea dan pemenuhan gizi seimbang. Sehingga warga dapat mencegah terkena animea. Serta berharap kerjasama dengan Poltekkes Kemenkes Surabaya dapat terus berkelanjutan.
”Sejak beberapa tahun lalu kami telah menjalin kerjasama dengan Poltekkes Surabaya. Kami ingin ini ada kesinambungan dan tidak hanya berhenti sampai disini, sebab banyak manfaat yang diterima masyarakat. Termasuk pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan, perekonomian dan pendidikan. Dan sesuai tema peningkatan bidang teknologi digitalisasi ini sehingga masyarakat lebih mudah untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala SDN Balongdowo, Nurokhmah Fitrani SPd MPd, edukasi terkait peningkatan kesehatan dan kesadaran bagi siswa terutama animea dan pola gizi seimbang, sangat bermanfaat bagi peserta didik, agar mereka bisa memperhatikan pola makan gizi seimbang dari sarapan pagi, makan siang hingga makan malam.
”Diharapkan dari Pengabmas Poltekkes Surabaya ini, anak – anak bisa memahami dan bisa mengerti, bagaimana menjaga kesehatan, agar menjadi anak yang bangsa yang aktif, kreatif dan sehat,” harapnya. [fen.hel]


