27.3 C
Sidoarjo
Wednesday, June 10, 2026
spot_img

Trans Jatim Siap Ekspansi ke Kabupaten Pasuruan, Dishub Tunggu Juknis Pemprov

Pemkot Pasuruan, Bhirawa
Angin segar berembus bagi sistem transportasi publik di Kabupaten Pasuruan. Rencana perluasan rute bus Trans Jatim ke wilayah ini mulai menunjukkan progres positif. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dikabarkan telah memberikan lampu hijau untuk memperluas jangkauan layanan transportasi massal berbasis bus Rapid Transit (BRT) tersebut.

Langkah tersebut menjadi bagian dari proyek strategis Pemprov Jatim dalam memperkuat konektivitas antardaerah di wilayah metropolitan Gerbangkertosusila Plus. Meski lampu hijau sudah menyala, masyarakat Kabupaten Pasuruan tampaknya masih harus sedikit bersabar. Pasalnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan hingga kini belum bisa menancapkan gas untuk melakukan persiapan teknis di lapangan.

Seluruh kesiapan fisik, mulai dari penentuan titik halte, pemetaan jalur lintasan, hingga fasilitas pendukung lainnya, masih tertahan. Pihak Pemprov Jatim sejauh ini belum menurunkan petunjuk teknis (juknis) resmi terkait operasional koridor baru tersebut. Tanpa adanya juknis, pemerintah daerah belum memiliki dasar hukum dan acuan kerja untuk mengalokasikan anggaran maupun membangun infrastruktur.

Kepala Bidang Angkutan dan Sarana Dishub Kabupaten Pasuruan, Susetyo Dimas W membenarkan atas kondisi tersebut. Menurutnya, daerah berada dalam posisi siap bergerak, namun tetap harus patuh pada koridor regulasi yang ditentukan oleh provinsi. “Kami masih menunggu arahan dari Provinsi perihal mekanisme teknis yang perlu disiapkan. Kami belum bisa melakukan langkah lebih lanjut sebelum menerima pedoman resmi dari pemerintah provinsi,” ungkap Dimas saat dikonfirmasi, Rabu (10/6).

Berita Terkait :  Semarak Ke-54 Harhubnas, KSOP IV Panarukan Situbondo Salurkan Puluhan Paket Sembako

Dimas menambahkan, setelah juknis tersebut diterbitkan oleh Pemprov Jatim, pihaknya akan langsung tancap gas melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Sinkronisasi ini krusial agar seluruh persiapan infrastruktur di daerah dan manajemen operasional dari provinsi dapat berjalan beriringan tanpa kendala.

Rencana masuknya Trans Jatim ke Pasuruan sejatinya bukan komoditas baru. Usulan ekspansi koridor ini sudah diperjuangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan sejak 24 bulan lalu. “Tentu ini merupakan kabar gembira, karena sudah dua tahun lalu kita ajukan dan baru ada angin segar tahun ini,” imbuh Dimas.

Selama ini, penentuan koridor layanan, titik pemberhentian (shelter), hingga jalur operasional sepenuhnya menjadi kewenangan dan ranah kajian Pemprov Jatim. Hasil kajian teknis dan finansial dari tim provinsi inilah yang nantinya akan diserahkan ke Pemkab Pasuruan sebagai cetak biru (blueprint) pembangunan sarana pendukung di daerah.

Tentu saja, kehadiran Trans Jatim di Kabupaten Pasuruan memang sangat dinantikan, terutama oleh kaum komuter (penglaju) dan sektor industri. Sebagai salah satu basis kawasan industri terbesar di Jawa Timur, mobilitas pekerja di Pasuruan menuju daerah penyangga seperti Surabaya, Sidoarjo, maupun Mojokerto sangat tinggi.

Berikut adalah sejumlah dampak positif yang diproyeksikan meluncur bersama mengaspalnya Trans Jatim di Pasuruan. Yakni, efisiensi dompet pekerja yang memangkas biaya transportasi harian secara signifikan berkat tarif Trans Jatim yang tersubsidi dan ramah kantong. Lalu menekan angka kemacetan yang muaranya menjadi magnet bagi pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi publik, khususnya pada jam krusial berangkat dan pulang kerja.

Berita Terkait :  Pemkot Surabaya Gandeng KPK Perkuat Integritas dan Budaya Antikorupsi ASN

Kemudian, keamanan dan Kenyamanan yang menawarkan armada bus yang dilengkapi pendingin udara (AC), CCTV, serta ketepatan waktu via aplikasi Trans Jatim Ajaib. Masyarakat pun merespons rencana ini dengan antusiasme tinggi. Jalur utama Pasuruan yang kerap mengalami kepadatan arus lalu lintas pada jam sibuk diharapkan bisa terurai jika moda transportasi massal ini resmi mengaspal.

Pemkab Pasuruan berharap proses penyusunan juknis di tingkat provinsi bisa rampung dalam waktu dekat.

Dengan demikian, sinkronisasi anggaran pada Perubahan APBD maupun APBD induk, pembangunan fisik halte, hingga simulasi operasional dapat segera terealisasi demi mendongkrak roda perekonomian di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya.[hil.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!