Pemprov Jatim, Bhirawa
Gerakan inklusi bagi penyandang disabilitas terus diperkuat. Galeri Disabilitas Kinasih dan UPY (GadisKU) resmi menjajaki kolaborasi strategis dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo. Pertemuan ini bertujuan untuk mencetak tenaga kerja penyandang disabilitas yang kompeten, profesional, dan siap terserap secara maksimal di dunia kerja.
Direktur GadisKU, Edi, menyatakan bahwa sinergi ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) disabilitas yang mampu latih. Dalam skema kerja sama ini, GadisKU berfokus pada penyiapan calon tenaga kerja, sementara BPVP Sidoarjo berperan memberikan pelatihan vokasional berbasis kompetensi.
“Harapannya bisa mencetak tenaga kerja penyandang disabilitas yang kompeten dan profesional di bidangnya, serta sesuai kebutuhan lapangan pekerjaan. Dengan begitu, pemenuhan kuota pekerja disabilitas bisa terserap maksimal,” ujar Edi pada Selasa (9/6/2026).
Edi menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada penempatan kerja di perusahaan, tetapi juga melatih kemandirian lewat jalur kewirausahaan. Untuk mengoptimalkan penyaluran lulusan, GadisKU menggandeng sejumlah perusahaan (user) serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor.
“Untuk jumlah peserta, akan kita sesuaikan dulu dengan kebutuhan lowongan di dunia kerja. Langkah ini penting agar ilmu yang diberikan selama pelatihan benar-benar terfasilitasi langsung dengan penempatan kerja,” imbuhnya.
Kehadiran tim GadisKU disambut langsung oleh Kepala BPVP Sidoarjo, Muhammad Aiza Akbar pada Senin (8/6/2026). Pihak BPVP menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi, termasuk menyesuaikan metode pembelajaran, kompetensi pelatihan, hingga pemanfaatan fasilitas ramah disabilitas yang dimiliki balai.
Saat ini, BPVP Sidoarjo memiliki sekitar 12 bidang kompetensi pelatihan yang telah tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Beberapa di antaranya meliputi bidang pengelasan, otomotif/bengkel, food & beverage (barista dan bakery), digital marketing, konten kreator, desain grafis, administrasi perkantoran, menjahit, hingga pelatihan perawatan jenazah.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan perdana ini, kedua belah pihak akan mengagendakan pertemuan teknis lanjutan. Pertemuan tersebut nantinya akan melibatkan pihak pemerintah dan perwakilan perusahaan untuk memetakan secara detail kebutuhan riil tenaga kerja penyandang disabilitas di pasar industri.[rac.ca]


