Blitar, Bhirawa
Akibat balon udara bermuatan petasan meledak saat akan diterbangkan, satu orang meninggal dunia dan dua anak mengalami luka-luka yang terjadi di area persawahan Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu (27/5)
Camat Gandusari, Yuliatiningsih mengatakan, Pemerintah Kecamatan mengakui telah menerima laporan terkait insiden ledakan petasan yang terjadi di Dusun Tekik, Desa Tambakan wilayahnya yang mengakibatkan satu orang pemuda meninggal dunia dan dua anak mengalami luka-luka.
“Atas kejadian ini kami menerima laporan, dan penanganan telah dilakukan bersama pihak terkait,” kata Yuliatiningsih.
Camat Yuliatiningsih menjelaskan, kejadian dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, dimana berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat sejumlah warga dan anak-anak berada di area persawahan untuk menerbangkan balon udara yang telah dipasangi rangkaian petasan.
“Namun saat balon udara hendak diterbangkan, sebagian petasan diduga tersulut lebih awal. Ledakan keras kemudian terjadi di lokasi dan sempat mengagetkan warga sekitar,” jelasnya.
Selain itu, akibat ledakan petasan itu, tiga orang menjadi korban, yakni seorang pemuda berinisial I (23), warga Dusun Tekik, meninggalan dunia, sementara dua korban lainnya, AD dan DA (12), mengalami luka bakar ringan.
“Sehingga warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan melaporkan peristiwa tersebut kepada perangkat desa serta aparat setempat, dan petugas gabungan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek Gandusari, serta Pemerintah Desa kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengamankan sisa bahan petasan yang masih berada di sekitar tempat kejadian,” terangnya.
Camat Yuliatiningsih, seluruh korban telah dievakuasi menuju RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sekitar pukul 09.30 WIB, korban berinisial I dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya.
“Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya penggunaan balon udara yang dipasangi petasan. Selain membahayakan keselamatan, aktivitas tersebut juga memiliki risiko tinggi memicu kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa,” imbuhnya. [htn.fen]


